[email protected] (0261) 201244

91 Mahasiswa PGSD Kampus Sumedang dilantik pada Wisuda UPI Gelombang III Tahun 2022

27 October 2022 Dadan Budiman Dibaca 167

Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan kegiatan Wisuda Gelombang III pada tanggal 25 Oktober sampai dengan 27 Oktober 2022 di gedung Gymnasium. Pada Wisuda Gelombang III Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2022, UPI mewisuda 4.912 lulusan untuk jenjang diploma (D3), sarjana (S1), dan pascasarjana (S2 dan S3). Rinciannya, 249 orang lulusan jenjang D3, 4.063 orang lulusan jenjang S1, 481 orang lulusan jenjang Magister (S2), dan 119 orang lulusan jenjang Doktor (S3).

Kemudian pada tanggal 27 Oktober 2022 dilaksanakan wisuda untuk UPI Kampus di Daerah, diantaranya UPI Kampus Sumedang, UPI Kampus Cibiru, UPI Kampus Tasikmalaya, UPI Kampus Purwakarta, dan UPI Kampus Serang. Dari Prodi PGSD ada sekitar 91 lulusan yang diwisuda dengan mendapatkan rata-rata IPK cumlaude. 

Nilai IPK yang didapatkan oleh wisudawan dari Prodi PGSD Sumedang memang rata-rata sudah cukup bagus, sehingga salah satu lulusan atau wisudawan dari Prodi PGSD yaitu Saudari Vetriyanti, S.Pd. dapat mewakili UPI Kampus Sumedang sebagai lulusan terbaik dalam kategori jenjang S1.

Bapak Direktur UPI Kampus di Sumedang Prof. Dr. Yudha Munajat S, M.Ed., menjelaskan bahwa upaya pimpinan universitas untuk meningkatkan jumlah lulusan adalah dengan mengoptimalkan layanan kepada mahasiswanya karena jumlah kelulusan kuncinya ada di tangan mahasiswa. Instruksi pimpinan yang ditujukan kepada dosen agar mahasiswanya cepat-cepat menyelesaikan masa studinya sepertinya kurang tepat. Sebetulnya yang paling mudah itu bukan ditujukan ke dosennya, tapi kepada mahasiswanya itu sendiri, karena dosen itu sudah memiliki format di dalam mengajar.

Bapak Direktur UPI Kampus di Sumedang lebih lanjut menjelaskan sebetulnya untuk meningkatkan kelulusan tidak susah. Beliau menginstruksikan hal sebagai berikut: Pertama, dalam hal pelayanan. Utamanya pelayanan dari para dosen dan tendik yang harus dilakukan seoptimal mungkin dan sebaik-baiknya. Kemudian selanjutnya, tentu saja layanan kepada masyarakat dalam bentuk ketersediaan sarana dan prasarana juga harus bagus dan berfungsi dengan baik, sehingga motivasi para mahasiswa untuk belajar menjadi lebih tinggi. Begitupun dengan peran para dosen, saat mereka memberikan pelajaran harus mampu memberikan motivasi dan meluruskan niat untuk belajar, sehingga mereka terpacu untuk kuliah tepat waktu.