Kepala Kecamatan Buahdua meresmikan program "Teras Hijau" hasil kolaborasi Kelompok 20 P2MB PGSD UPI Kampus Sumedang dengan pemerintah desa pada Senin (13/10) di halaman Kantor Desa Panyindangan. Turut hadir Kepala Desa Panyindangan, para Ketua RW, dan kader kesehatan yang secara simbolis menanam bibit bayam sebagai tanaman perdana.
Program Teras Hijau merupakan inisiatif pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran bergizi sebagai wujud Kampus Berdampak dalam mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui ketahanan pangan keluarga, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dengan menciptakan lingkungan hijau produktif.
Dalam sambutannya, Camat Buahdua mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang menghadirkan solusi sederhana namun berdampak. "Teras Hijau bukan hanya soal menanam sayur, tapi membangun kemandirian pangan di tingkat rumah tangga," ujarnya sambil menanam bibit bayam pertama.
Mahasiswa PGSD memberikan edukasi tentang teknik menanam bayam di polybag dan perawatan sederhana yang bisa dilakukan ibu rumah tangga. Bayam dipilih karena mudah tumbuh, cepat panen (25-30 hari), dan kaya zat besi untuk mencegah anemia dan stunting.
Kepala Desa Panyindangan berkomitmen mereplikasi program ini ke seluruh RW. "Kami akan bagikan bibit ke warga agar setiap rumah punya teras hijau," katanya.
Sinergi kampus-pemerintah-masyarakat dalam Teras Hijau membuktikan bahwa ketahanan pangan dan gizi keluarga dapat dimulai dari pekarangan rumah. Gerakan sederhana ini diharapkan menjadi budaya baru masyarakat Desa Panyindangan menuju desa mandiri pangan dan bebas stunting.