[email protected] (0261) 201244

Cetak Calon Pendidik Berkarakter, 249 Mahasiswa PGSD Kampus Sumedang Berpartisipasi dalam LKM 2026

08 June 2026 - Dibaca 28

SUMEDANG – Sebanyak 249 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang mengikuti Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) yang digelar pada Sabtu hingga Minggu, 6–7 Juni 2026. Jumlah peserta ini mendominasi hampir separuh dari total 630 mahasiswa aktif yang tersebar di seluruh program studi di lingkungan UPI Kampus Sumedang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI Kampus Sumedang bersama seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Bidang Sumber Daya dan Kemitraan, Dr. Maulana, S.Pd., M.Pd. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi awal pembekalan intensif bagi para calon pendidik masa depan.

 

Menyiapkan Pemimpin di Ruang Kelas dan Masyarakat

Dalam sambutannya, Dr. Maulana menegaskan bahwa Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) memiliki urgensi yang sangat vital, khususnya bagi mahasiswa program studi PGSD. Sebagai calon guru sekolah dasar, peran mereka di masa depan tidak hanya terbatas pada mentransfer ilmu pengetahuan di dalam kelas, melainkan juga bertindak sebagai pemimpin bagi anak didik, rekan sejawat, dan lingkungan masyarakat.

"Seorang pemimpin yang baik harus memenuhi tiga aspek utama: A leader is one who knows the way, shows the way, and goes the way! Seorang pemimpin adalah ia yang tahu jalan, wawasan yang luas; mampu menunjukkan jalan: sebagai fasilitator yang mengarahkan potensi emas anak didik agar tidak tersesat di masa depan; dan ikut berjalan di jalan tersebut," tegas Dr. Maulana mengutip kalimat legendaris tentang kepemimpinan dalam pidato pembukaannya.

Dr. Maulana menjabarkan bahwa filosofi tersebut sangat lekat dengan dunia keguruan dan sejalan dengan pemikiran bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara. Pemimpin yang knows, shows, and goes the way adalah pengejawantahan langsung dari pilar pertama filosofi pendidikan Jawa, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha—yang berarti di depan memberikan teladan.

"Seorang guru SD tidak bisa hanya berdiri di depan kelas dan menunjuk-nunjuk arah tanpa ikut melangkah. Ketika kita berbicara tentang goes the way, artinya kita turun langsung, melakoni apa yang kita ajarkan, dan menjadi contoh nyata. Di sinilah esensi Ing Ngarsa Sung Tuladha bermuara. Guru adalah kompas hidup bagi murid-muridnya. Keteladan dalam tindakan (goes the way) jauh lebih bermakna daripada seribu kata perintah," jelas Dr. Maulana secara mendalam.

Melalui LKM ini, para mahasiswa diberikan berbagai materi strategis, mulai dari manajemen organisasi, teknik pengambilan keputusan, komunikasi efektif, hingga penyelesaian konflik. Latihan ini dirancang untuk mengikis batasan akademis murni dan membekali mahasiswa dengan kemampuan interpersonal (soft skills) yang menjadi penentu keberhasilan di dunia kerja dan sosial.

 

Sinergi Global: LKM dan Sustainable Development Goals (SDGs)

Pelaksanaan LKM di UPI Kampus Sumedang ini memiliki benang merah yang kuat dengan agenda global pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, kegiatan ini berkontribusi langsung pada beberapa poin utama SDGs, yaitu: Pendidikan Berkualitas (Quality Education—SDGs 4), dengan melatih mahasiswa PGSD menjadi pemimpin yang kompeten dan memiliki keteladanan model Ing Ngarsa Sung Tuladha, UPI Kampus Sumedang tengah berinvestasi pada peningkatan mutu tenaga pendidik. Guru yang mampu memimpin dan memberi teladan diyakini dapat menciptakan inovasi pembelajaran serta mengelola kelas dengan lebih inklusif. Kemudian Kesetaraan Gender (Gender Equality—SDGs 5), karena pelaksanaan LKM melibatkan seluruh elemen Ormawa ini memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa—baik laki-laki maupun perempuan—untuk mengambil peran strategis sebagai pemimpin, koordinator, maupun pengambil kebijakan. Kolaborasi antara BEM dan seluruh Ormawa di UPI Kampus Sumedang dalam merancang LKM ini juga mencerminkan implementasi nyata dari SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kerja sama yang solid antarorganisasi internal kampus terbukti mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan suportif.

 

Kolaborasi Total Ormawa demi Regenerasi Hebat

Pihak BEM UPI Kampus Sumedang selaku motor penggerak menyatakan bahwa tingginya antusiasme peserta—terutama dari program studi PGSD—menunjukkan kesadaran yang tinggi dari para mahasiswa akan pentingnya organisasi. Persiapan yang matang telah dilakukan bersama seluruh Ormawa demi memastikan materi yang disampaikan dapat diserap dengan optimal melalui metode simulasi dan diskusi interaktif.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader pemimpin baru yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh, berintegritas, dan peka terhadap isu-isu sosial di sekitarnya.

Dengan berakhirnya LKM 2026 ini, 249 mahasiswa PGSD UPI Kampus Sumedang kini membawa pulang tanggung jawab baru: menjadi agen perubahan yang siap memimpin di depan, menunjukkan jalan, dan berjalan bersama memberikan teladan demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih maju.

Kontributor Berita: Maulana