Phobia terhadap matematika atau math anxiety masih menjadi tantangan serius di ruang kelas sekolah dasar Indonesia. Merespons persoalan nyata ini, Dr. Isrok'atun, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Sumedang, tampil sebagai motor penggerak penelitian inovatif yang berhasil meraih Hibah Penelitian Batch 2 UPI 2026 dalam skema Research Grant untuk Peningkatan QS Ranking (RQS). Penelitian ini selaras dengan SDGs nomor 4 tentang pendidikan berkualitas dan nomor 3 tentang kesehatan serta kesejahteraan yang baik bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bertajuk "Transformasi Pembelajaran Matematika: Deep Learning Berbasis Mobile Application untuk Mengatasi Math Anxiety Siswa SD, From Math Fear to Math Fun", penelitian ini menggandeng kolaborator internasional dari Chirchik State Pedagogical University Uzbekistan, yakni Mirzorakhimov Oybek Kakhramonovich dan Rakhmonov Azamat Russinovich, bersama Dr. Nurdinah Hanifah sebagai anggota dari dalam negeri. Kolaborasi lintas benua ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menghasilkan solusi pembelajaran matematika yang memiliki perspektif global namun tetap kontekstual bagi siswa SD Indonesia.
Aplikasi mobile berbasis deep learning yang dikembangkan dirancang untuk mendeteksi pola kecemasan matematika siswa secara adaptif dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta personal. Bagi Prodi PGSD, terobosan ini membuka perspektif baru bahwa kesehatan psikologis siswa adalah bagian tak terpisahkan dari kualitas pembelajaran. Kelak, calon guru SD lulusan PGSD UPI Sumedang diharapkan mampu mengenali gejala math anxiety dan menggunakannya sebagai titik tolak untuk merancang pembelajaran matematika yang humanis, menyenangkan, dan bermakna bagi setiap anak.