Suasana penuh semangat terlihat di halaman SDN Cibitung, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, pada Jumat, 7 November 2025. Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan penanaman berbagai jenis tanaman dalam program SAPA TOGA (Sayuran Cepat Panen dan Tanaman Obat Keluarga). Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Kelompok 23 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tengah melaksanakan pengabdian di Desa Cibitung.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa Prodi PGSD UPI Kampus Sumedang dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini serta mendukung terwujudnya sekolah berwawasan hijau dan sehat. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 11.00 WIB, dimulai dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan melalui kegiatan bercocok tanam dan perilaku hidup bersih.
Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa memperkenalkan berbagai jenis tanaman yang akan ditanam beserta manfaatnya, seperti cabai, tomat, sawi, kangkung, bayam, jahe, kunyit, lengkuas, serai, lidah buaya, dan daun binahong. Bibit tanaman tersebut disediakan sepenuhnya oleh Kelompok 23 sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan edukasi lingkungan di sekolah. Para siswa tampak bersemangat mendengarkan penjelasan tentang cara menanam serta manfaat tanaman bagi kesehatan dan kebutuhan rumah tangga.
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman tanaman SAPA TOGA di area sekolah. Penanaman dilakukan secara bergantian oleh tiap kelas, dimulai dari kelas I hingga kelas VI, dengan pendampingan dari guru dan anggota Kelompok 23. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk menanam langsung menggunakan bibit yang telah disiapkan oleh mahasiswa, agar mereka dapat belajar memahami proses menanam dan merawat tanaman dengan baik. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya berlatih bercocok tanam, tetapi juga belajar nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Usai kegiatan penanaman, para siswa diajak melakukan praktik mencuci tangan dengan benar menggunakan air mengalir dan sabun. Praktik ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih setelah beraktivitas di luar ruangan, terutama setelah bersentuhan dengan tanah dan tanaman. Mahasiswa P2MB memberikan contoh langkah-langkah mencuci tangan sesuai standar kesehatan, sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Inspirasi pelaksanaan kegiatan ini berawal dari wejangan Bapak Otong Tarya, perwakilan Dinas Kehutanan Wilayah IX Kabupaten Sumedang. Sebelum program ini terlaksana, beliau memberikan arahan kepada mahasiswa agar menumbuhkan rasa cinta lingkungan sejak dini melalui kegiatan nyata yang melibatkan siswa sekolah dasar dan masyarakat.
“Menanam cinta lingkungan harus dimulai dari usia muda. Dari kebiasaan kecil seperti menanam dan merawat tanaman, akan tumbuh kesadaran besar untuk menjaga bumi di masa depan,” ujarnya.
Pesan tersebut kemudian diimplementasikan oleh Kelompok 23 melalui kegiatan SAPA TOGA, yang tidak hanya memperindah lingkungan sekolah tetapi juga memberikan pembelajaran kontekstual bagi siswa mengenai pentingnya menjaga alam.
Kepala SDN Cibitung, Bapak Sunendar, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana menanam dan merawat tanaman. Harapannya, semangat cinta lingkungan ini dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan baik di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Ravida, salah satu mahasiswa Kelompok 23, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari nilai-nilai pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan dan lingkungan.
“Kami ingin meninggalkan kontribusi yang bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran lingkungan dapat tumbuh sejak dini dan berkelanjutan,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan keceriaan ini ditutup dengan pemandangan baru di halaman sekolah — deretan tanaman hijau yang tumbuh segar di setiap sudut. Dari tangan-tangan kecil para siswa, lahir harapan besar akan masa depan yang lebih hijau dan lestari, sejalan dengan semangat Kelompok 23 P2MB UPI dibawah bimbingan Dr. H. Enjang Yusuf Ali, M.Si. dalam menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini.