Cibitung, Buahdua (4 November 2025) — Suasana gotong royong tampak ramai di lahan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cibitung pada Selasa pagi. Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang bersama warga tampak antusias menanam berbagai tanaman obat dalam kegiatan bertajuk “TOGA” atau tanaman obat keluarga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) yang dijalankan oleh Kelompok 23 Mahasiswa PGSD UPI. Tujuan utamanya adalah menghidupkan lahan desa agar lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA).
Beragam tanaman berkhasiat seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, pandan, lidah buaya, daun binahong, hingga pohon betadin ditanam bersama kepala wilayah,warga sekitar dan kelompok PKK. Kegiatan dimulai dengan pengolahan lahan dan penataan bedengan, lalu dilanjutkan dengan penanaman secara bersama-sama.
Selain menanam, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai manfaat tanaman obat dan cara pengolahannya menjadi minuman herbal alami. Kegiatan ini sejalan dengan program besar bertema “Generasi Z untuk Stunting-Free Village: Edukasi Gizi, Aktivitas Fisik, Literasi Keluarga Berdampak dan Berkelanjutan.”
Ketua PKK Desa Cibitung menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan ini.
“Program apotek hidup ini sangat bermanfaat. Apalagi Desa Cibitung merupakan Kampung KB (Keluarga Berkualitas). Sebenarnya kegiatan seperti ini sudah lama kami rencanakan, tapi terkendala biaya. Alhamdulillah, berkat kolaborasi dengan mahasiswa UPI, kegiatan ini akhirnya bisa terwujud,” ujarnya dengan semangat.
Sementara itu, Kepala Wilayah Dusun Bentar juga memberikan apresiasi terhadap kolaborasi tersebut.
“Kegiatan ini sangat mendukung program desa. Warga jadi termotivasi kembali untuk menanam dan memanfaatkan lahan sekitar, bukan hanya untuk memperindah lingkungan, tapi juga untuk menjaga kesehatan keluarga,” tuturnya.
Apotek hidup ini nantinya akan dikelola oleh BUMDes Cibitung dengan melibatkan warga sekitar agar terus berkembang dan memberi manfaat jangka panjang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan masyarakat tidak hanya menanam tanaman obat, tetapi juga menanam nilai gotong royong, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dari lahan kosong di sudut desa, kini tumbuh harapan baru, harapan akan kehidupan yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.