Geliat pelestarian warisan budaya lokal kembali menghangat di Desa Narimbang, Kabupaten Sumedang, saat Mahasiswa Kelompok 30 P2MB Prodi PGSD UPI Kampus di Sumedang menggelar kegiatan eksplorasi kesenian Kuda Renggong pada Minggu, 5 Oktober 2025. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) yang menekankan perlindungan dan pelestarian warisan budaya dunia, serta SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Kuda Renggong, kesenian tradisional khas Desa Narimbang yang telah diwariskan turun-temurun, kini mendapat perhatian serius dari generasi muda akademisi. Para mahasiswa melakukan pengamatan mendalam dan berinteraksi langsung dengan para penggiat seni untuk memahami filosofi, teknik pertunjukan, hingga tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian kesenian ini.
"Kesenian tradisional seperti Kuda Renggong bukan sekadar hiburan, melainkan representasi identitas dan jati diri masyarakat lokal. Pelestarian budaya adalah bagian integral dari pembangunan berkelanjutan yang inklusif," tutur salah seorang anggota kelompok yang antusias mempelajari gerakan tarian.
Kegiatan eksplorasi ini sejalan dengan target SDG 11.4 yang menggarisbawahi pentingnya memperkuat upaya melindungi dan melestarikan warisan budaya dan alam dunia. Selain itu, pendekatan pembelajaran kontekstual melalui budaya lokal turut mendukung SDG 4.7 tentang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan apresiasi terhadap keragaman budaya.
Para pelaku seni setempat menyambut baik kehadiran mahasiswa. "Kami sangat senang generasi muda mau belajar dan peduli dengan kesenian kami. Ini memberi harapan bahwa Kuda Renggong tidak akan punah," ungkap salah seorang seniman senior.
Mahasiswa berkomitmen mendokumentasikan dan mempromosikan Kuda Renggong melalui berbagai platform digital sebagai upaya memperkenalkan potensi kesenian Desa Narimbang kepada khalayak lebih luas. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal ini mencerminkan semangat SDG 17 (Partnerships for the Goals), membuktikan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama menuju Indonesia yang berbudaya dan berkelanjutan.