Ketua program studi PGSD menggelar rapat koordinasi dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Himanguni) pada Sabtu, 4 April 2026. Pertemuan ini dilaksanakan secara daring melalui platform video konferensi, dihadiri oleh pengurus inti Himanguni periode 2026. Meski berlangsung virtual, namun rapat koordinasi tetap bermakna, menjadikan forum ini sebagai momentum strategis dalam menyusun arah gerak organisasi kemahasiswaan menuju visi Kampus Berdampak yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Pelaksanaan rapat secara daring mencerminkan adaptasi Himanguni terhadap perkembangan teknologi dan semangat efisiensi, sekaligus selaras dengan nilai SDG 9 tentang inovasi dan infrastruktur digital. Dalam forum tersebut, Ketua Prodi PGSD memberikan pengarahan komprehensif mengenai pentingnya program kerja Himanguni yang berorientasi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) bidang kemahasiswaan. IKU ini merupakan tolok ukur kinerja perguruan tinggi yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, meliputi:
IKU 2: mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus;
IKU 3: dosen berkegiatan di luar kampus; dan
IKU 7: kelas yang berkolaborasi dengan mitra.
Pencapaian IKU secara langsung berkontribusi pada peringkat dan reputasi institusi.Ketua Prodi menegaskan bahwa setiap program kerja Himanguni harus dirancang dengan dampak nyata, bukan sekadar rutinitas tahunan. Lima pilar program kerja yang diarahkan meliputi:
(1) pengkaderan yang membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa baru;
(2) minat dan bakat guna mengoptimalkan potensi non-akademik;
(3) ajang perlombaan sebagai arena prestasi dan representasi kampus;
(4) keilmuan dan akademik dalam bentuk seminar, diskusi ilmiah, dan literasi pendidikan dasar; serta
(5) upgrade pengurus melalui pelatihan kepemimpinan dan manajerial.
Program-program tersebut diharapkan selaras dengan semangat SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan), sehingga Himanguni tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan dasar Indonesia.
Ketua Prodi menyampaikan bahwa "Program kerja Himanguni harus bisa kita rasakan dampaknya oleh mahasiswa, oleh kampus, dan oleh masyarakat. Itulah makna sejati dari Kampus Berdampak.