[email protected] (0261) 201244

Ilmu Tak Cukup di Kampus: Kaprodi PGSD Gerakkan Tim PKM untuk Wujudkan Pengabdian yang Terencana, Berdampak, dan Berkesinambungan

06 May 2026 - Dibaca 18

Rapat koordinasi PKM PGSD UPI Sumedang mempertegas bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan pelengkap Tridharma, melainkan jantung dari peran perguruan tinggi bagi kehidupan nyata, selaras dengan SDGs Goal 17: Kemitraan untuk Tujuan.

Gerak cepat ditunjukkan oleh Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Sumedang dalam menata agenda pengabdian kepada masyarakat tahun 2026. Pada Selasa, 5 Mei 2026, Ketua Program Studi PGSD menggelar rapat koordinasi daring bersama seluruh Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berada di bawah naungan prodi. Forum virtual ini menjadi arena strategis untuk menyatukan langkah dan memastikan seluruh rencana pengabdian dapat diwujudkan secara nyata, terukur, dan tepat sasaran.

Agenda utama rapat adalah memverifikasi kesiapan pelaksanaan kegiatan PKM yang telah direncanakan sejak awal. Ketua Prodi secara tegas ingin memastikan bahwa rencana awal PKM tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar dapat dieksekusi di lapangan sesuai target yang telah ditetapkan. Dalam forum ini, setiap Ketua Tim PKM memaparkan progres perencanaan timnya, mengidentifikasi potensi hambatan, dan bersama-sama merumuskan solusi agar pelaksanaan pengabdian berjalan lancar.

Pembahasan juga merambah pada aspek krusial pendanaan. Rapat menyepakati skema alokasi anggaran yang bersumber dari dua kanal utama: dana hibah PKM yang berasal dari Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) Prodi serta RKAT Universitas. Kejelasan sumber dan alokasi anggaran ini menjadi fondasi operasional yang penting, memastikan tidak ada kegiatan pengabdian yang terhenti di tengah jalan hanya karena persoalan administratif keuangan.

Rapat koordinasi ini mencerminkan semangat SDGs Goal 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, bahwa pencapaian dampak yang bermakna bagi masyarakat hanya dapat diraih melalui kolaborasi yang terencana antara berbagai pihak. Dengan menggerakkan seluruh tim PKM secara terpadu dan memastikan dukungan anggaran yang memadai, PGSD UPI Kampus Sumedang membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah ikhtiar kolektif yang dikelola dengan serius, bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan secara minimal.

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bukanlah dharma ketiga yang sekadar melengkapi dua dharma sebelumnya. Ia adalah muara dari seluruh aktivitas ilmiah perguruan tinggi, tempat di mana pengetahuan yang dikembangkan melalui penelitian dan diajarkan melalui pendidikan akhirnya bertemu dengan kehidupan nyata dan memberikan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Tanpa PKM yang kuat, perguruan tinggi berisiko menjadi menara gading yang megah namun terputus dari realitas sosial yang ada di sekitarnya.

Dalam konteks Prodi PGSD, urgensi PKM semakin terasa karena sasaran pengabdian bersinggungan langsung dengan dunia pendidikan dasar, ruang di mana masa depan generasi bangsa dibentuk. Dosen dan mahasiswa PGSD memiliki keahlian pedagogis yang sangat relevan untuk dihadirkan kepada guru-guru di sekolah dasar, orang tua siswa, komunitas belajar, hingga lembaga pendidikan non-formal di sekitar kampus. Setiap program PKM yang dirancang dengan baik adalah investasi langsung dalam peningkatan kualitas pendidikan di akar rumput, selaras dengan cita-cita SDGs Goal 4 tentang pendidikan berkualitas yang merata dan inklusif.

Lebih jauh, PKM yang terencana dan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi wahana bagi dosen untuk mengintegrasikan hasil riset ke dalam praktik nyata, sekaligus menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepekaan sosial dan kompetensi profesional mereka. Inilah esensi Tridharma yang sesungguhnya: bukan tiga kegiatan yang berjalan paralel, melainkan satu ekosistem yang saling menghidupkan, pendidikan yang mencerahkan, penelitian yang menghasilkan solusi, dan pengabdian yang memastikan solusi itu sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan. Rapat koordinasi PKM PGSD UPI Kampus Sumedang adalah bukti bahwa ekosistem itu terus dijaga dan dirawat dengan sungguh-sungguh.