Sumedang, 2025 – Inovasi pembelajaran IPA di sekolah dasar kembali dikembangkan melalui hadirnya Aplikasi Problem Solving Laboratory berbasis Augmented Reality (PSLab-AR). Aplikasi ini merupakan media pembelajaran interaktif yang membantu siswa memahami materi Hukum Ohm dengan cara yang lebih menarik dan kontekstual.
Aplikasi “PSLab-AR” memvisualisasikan konsep Hukum Ohm ke dalam animasi 3D dan video Augmented Reality, sehingga siswa dapat melihat pergerakan elektron yang bersifat abstrak dan tidak dapat diamati secara langsung oleh mata manusia. Dengan pendekatan berbasis Augmented Reality (AR), siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret dan imersif ketika mempelajari konsep listrik.
Inovasi ini merupakan luaran penelitian program DRTPM tahun 2023–2024, hasil kolaborasi antara dosen Program Studi PGSD Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang, yaitu Ali Ismail, Lasmita Sari, dan Isrokatun, bersama Demmy Dharma Bhakti dari Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut.
Kolaborasi lintas institusi ini memperkuat sinergi antara UPI dan IPI dalam menghadirkan pembelajaran sains yang inovatif, kontekstual, dan berbasis teknologi mutakhir.
Menurut tim pengembang, kegiatan praktikum dalam aplikasi PSLab-AR masih menggunakan alat percobaan sederhana, namun kehadiran teknologi AR membantu siswa mengamati konsep fisika yang abstrak, seperti aliran elektron. Dengan demikian, AR berperan sebagai media pendukung visualisasi konsep, bukan pengganti alat praktikum.
Selain itu, inovasi ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu “Pendidikan Berkualitas”, dengan menghadirkan akses pembelajaran sains yang kreatif, inklusif, dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21.
“Kami berharap aplikasi PSLab-AR ini dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang membantu guru dan siswa memahami konsep sains secara lebih mudah dan menyenangkan,” ujar Ali Ismail, dosen PGSD UPI Sumedang sekaligus ketua tim pengembang.
Dengan menggabungkan pendekatan Problem Solving Laboratory (PSLab) dan teknologi Augmented Reality (AR), aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis, serta minat siswa terhadap sains sejak dini.