Mahasiswa PGSD (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar) UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Kampus Sumedang yang tergabung dalam Kelompok 34 P2MB (Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan) hadirkan Rocket Stove di Desa Babakan Asem sebagai upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini diapresiasi dengan baik oleh Pemerintah Desa, Karang Taruna, serta warga desa Babakan Asem, Kecamatan Conggeang.
Selama ini, warga Babakan Asem tidak memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Keterbatasan tersebut membuat pembakaran sampah secara terbuka menjadi pilihan utama. Sayangnya, cara ini berpotensi menurunkan kualitas udara di sekitar desa. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa mencoba menawarkan pendekatan berbeda melalui pembuatan rocket stove, yakni tungku pembakaran sederhana yang mampu membakar sampah dengan lebih efisien dan menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit daripada pembakaran terbuka.
Satu hari sebelum pembangunan, Selasa, 11 November 2025, mahasiswa menggelar sosialisasi bersama warga. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memaparkan latar belakang, tujuan, serta manfaat dari pembuatan rocket stove, memperkenalkan desain, tahap pembuatan, dan lini masa pembuatan rocket stove, serta mengajak warga untuk untuk turut gotong royong dalam pembuatannya. Sosialisasi ini disambut dengan respon positif, warga terlihat antusias mendengarkan dan aktif berdiskusi sepanjang pertemuan.
Pada tanggal 12 November 2025 kegiatan pembuatan rocket stove dilaksanakan. Karang Taruna dan warga Desa Babakan Asem turut terlibat langsung dalam proses tersebut. Suasana gotong royong terasa kuat ketika seluruh peserta bersama-sama mempersiapkan bahan, menyusun struktur tungku, dan membentuk model rocket stove yang ideal.
Setelah tungku selesai dibangun, dilakukan peresmian sederhana. Prosesi pengguntingan pita dilakukan oleh pemerintah desa, karang taruna, dan ketua kelompok sebagai simbol awal dimulainya pemanfaatan rocket stove di Desa Babakan Asem. Peresmian kemudian dilanjutkan dengan uji coba pembakaran yang menunjukkan hasil memuaskan. Asap yang dihasilkan tampak jauh lebih tipis dibandingkan pembakaran sampah biasa.
Mahasiswa berharap inovasi rocket stove ini tidak hanya menjadi bangunan semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk mengurangi dampak negatif pembakaran sampah, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, Mahasiswa P2MB UPI bersama masyarakat Desa Babakan Asem menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.