Pada awal tahun 2023 ini Jurnal milik Prodi PGSD Kampus Sumedang yaitu Jurnal MSD telah kembali menerbitkan artikel pada edisi Vol 10, No 1 (2023).
Berikut ulasan mengenai beberapa judul artikel yang telah terbit pada edisi Vol 10, No 1(2023) diantaranya:
Abstrak dari artikel : Siswa harus diberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna untuk menarik lebih banyak siswa ke karir STEM, lingkungan belajar luar sekolah dapat menawarkan siswa kesempatan belajar yang menarik dan memotivasi yang tidak dapat disediakan oleh lingkungan formal. Oleh karena itu, reformasi pendidikan nasional di banyak negara yang berupaya mempopulerkan karir STEM telah menggeser pendidikan STEM ke lingkungan belajar di luar sekolah. Dalam penelitian ini yang menggunakan desain quasi-experimental dengan kelompok kontrol pretest-posttest, pengaruh lingkungan belajar di luar sekolah terhadap minat siswa kelas 6 SMP di bidang STEM telah diselidiki. Partisipan penelitian terdiri dari 14 anak perempuan dan 22 anak laki-laki dengan total 36 siswa. Dalam ruang lingkup penelitian, telah disiapkan program pendidikan STEM yang terdiri dari 6 lingkungan belajar yang berbeda, empat di antaranya di luar sekolah dan dua di sekolah. Program pelatihan studi selesai dalam 16 minggu. Dalam penelitian ini digunakan model penelitian kelompok kontrol pretest-posttest, dan data dikumpulkan menggunakan skala minat karir STEM. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal di lingkungan belajar luar sekolah efektif dalam orientasi siswa sekolah menengah ke bidang karir STEM khususnya profesi terkait Sains.
Abstrak dari artikel : Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat komitmen profesi guru calon guru yang terdaftar pada program sertifikasi pendidikan formasi pedagogik tahun ajaran 2021-2022. Selain itu, juga bertujuan untuk mengkaji situasi perbedaan tingkat komitmen profesi guru calon guru menurut variabel seperti jenis kelamin, bidang (ilmu sosial, ilmu alam, ilmu kesehatan), universitas, SMA, tingkat pendapatan. , tempat tinggal keluarga, pekerjaan ibu/bapak, dan status pendidikan ibu/bapak. Penelitian ini dirancang sesuai dengan model survei. Untuk alasan ini, data diperoleh dari populasi yang besar. Sedangkan populasinya terdiri dari 267 calon guru yang terdaftar dalam program pembinaan pedagogik tahun 2022 di sebuah universitas di timur Turki, sampel terdiri dari 216 calon guru yang ditentukan dengan metode simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Skala Keterlibatan Profesi Guru-TPES”. Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat komitmen profesional calon guru yang terdaftar dalam program pembinaan pedagogik tinggi. Selain itu, terungkap juga bahwa komitmen profesional calon guru berbeda menurut variabel (bidang, SMA, tingkat pendidikan ibu dan profesi ibu).
Abstrak dari artikel : Penelitian ini bertujuan untuk merancang bahan ajar yang diberi nama Biotechnology Instruction Module (BIM) yang diperkaya dengan metode pembelajaran aktif untuk meningkatkan pembelajaran siswa kelas VIII pada topik tersebut. Pengembangan bahan ajar berjalan dalam tahapan model desain pembelajaran ADDIE. Bentuk akhir modul pembelajaran terdiri dari materi pembelajaran aktif Eksperimen Isolasi DNA, Papan Buletin, Stasiun Pembelajaran Bioteknologi 4x2, Teks Studi Kasus, dan “Apa Yang Akan Anda Lakukan Jika Anda…?” kegiatan. Modul instruksional mencakup topik-topik seperti organisme hasil rekayasa genetika (GMO), terapi gen, kloning dan bioremediasi. “Modul Instruksi Bioteknologi” diharapkan dapat membantu siswa untuk belajar dengan cara yang bermakna tentang isu-isu bioteknologi yang berubah dengan cepat dan diperbarui, untuk menumbuhkan pengetahuan dan pemahaman tentang isu-isu kunci, untuk mempromosikan wacana sosiosaintif di kelas, dan untuk mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi. Semua data menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang diterapkan di lingkungan kelas nyata berhasil mewujudkan tujuan pembelajaran mata pelajaran bioteknologi.
Abstrak dari artikel : Saat ini, strategi dan metode pengajaran yang berubah dengan teknologi membutuhkan transformasi radikal dalam pengajaran hukum sains, yang menjadi dasar mata pelajaran sains. Dalam studi ini, keterampilan berpikir komputasi, yang akan memungkinkan siswa untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam kondisi saat ini dan efek dari keterampilan ini pada tingkat pengetahuan mereka tentang ilmu hukum diperiksa. Sebuah universitas di Wilayah Anatolia Tengah Turki berfungsi sebagai institusi yang menyediakan sampel penelitian, yang terdiri dari 61 calon guru sains yang terdaftar di Departemen Pengajaran Sains universitas. Dalam penelitian ini digunakan pretest-posttest control group design, salah satu desain eksperimen. Para peserta secara acak baik kelompok eksperimen atau kelompok kontrol, dengan 30 orang ditugaskan ke kelompok eksperimen dan 31 peserta ditugaskan ke kelompok kontrol. Untuk mengumpulkan data, digunakan tes prestasi dengan 20 soal yang bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan ilmu hukum oleh para peneliti dan “Computerized Thinking Scale” untuk mahasiswa. Pada akhir proses penelitian diperoleh kesimpulan bahwa prestasi belajar siswa pada kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dengan siswa pada kelompok kontrol, dan terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen pada semua sub dimensi pembelajaran. berpikir komputasional dan berpikir komputasional.