Kelompok 19 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Prodi PGSD Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan edukasi gizi dengan fokus literasi label makanan di SD Negeri Buahdua I. Kegiatan yang dipandu Dr. Kusman Rukmana, S.Pd., M.Pd. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam memilih jajanan sehat untuk mencegah anemia dan stunting sejak dini.
Berbeda dengan pendekatan edukasi gizi konvensional, program ini menekankan literasi konsumen melalui pemahaman label kemasan makanan. Mahasiswa memberikan pemaparan komprehensif tentang anemia, cara membaca informasi nilai gizi pada kemasan produk, serta pengenalan logo penting seperti BPOM, sertifikasi halal, dan tanda "Pilihan Lebih Sehat". Siswa diajak memahami kandungan gula, garam, dan lemak yang tertera pada produk, serta mengenali ciri-ciri kemasan yang telah rusak dan tidak layak konsumsi.
Metode pembelajaran dirancang interaktif dengan menggunakan media visual dan contoh produk makanan yang familiar bagi siswa. Praktik langsung membaca label kemasan dan sesi tanya jawab menciptakan suasana belajar yang dinamis. "Antusiasme siswa luar biasa ketika mereka menemukan informasi baru tentang jajanan favorit mereka," ujar ketua Kelompok 19. "Kami berharap pembelajaran ini menjadi bekal bagi mereka untuk lebih bijak memilih jajanan sehari-hari."
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, mahasiswa menyerahkan poster edukasi label makanan kepada pihak sekolah. Media visual ini diharapkan menjadi pengingat bagi siswa tentang pentingnya membaca informasi gizi sebelum membeli produk makanan atau minuman. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan kesehatan di sekolah.
Ketua Program Studi PGSD UPI Kampus Sumedang memberikan apresiasi positif terhadap inovasi pendekatan edukasi gizi yang dilakukan mahasiswa. "Pendekatan literasi label makanan ini sangat kontekstual dan aplikatif bagi siswa sekolah dasar. Kami bangga melihat mahasiswa mampu menghadirkan solusi edukatif yang kreatif dan mudah dipahami anak-anak," ujarnya. Ketua Prodi berharap program serupa dapat dikembangkan lebih luas dengan melibatkan lebih banyak sekolah, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh lebih banyak siswa di wilayah Sumedang dan sekitarnya.
Kegiatan ini sangat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (tanpa kelaparan) yang menekankan pemenuhan gizi untuk mencegah stunting dan malnutrisi, serta SDG 3 (kesehatan yang baik dan kesejahteraan) yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui edukasi ini, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pola makan seimbang.