[email protected] (0261) 201244

Kelompok 29 P2MB UPI Kampus Sumedang Dorong Pola Asuh Cerdas dan Gizi Seimbang melalui Kegiatan DASHAT CERDAS

11 November 2025 - Dibaca 65

Cibubuan, 29 Oktober 2025 – Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) PGSD UPI Kampus Sumedang Kelompok 29 melaksanakan kegiatan DASHAT CERDAS (Dapur Sehat Atasi Stunting dan Asuh Cerdas) bekerja sama dengan Bidan Desa Cibubuan dan ibu-ibu kader kesehatan Desa Cibubuan. Kegiatan ini berlangsung di rumah salah satu kader, yaitu Ibu Ade Awang, yang berlokasi di Dusun Cibapa, Desa Cibubuan, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting sejak dini, khususnya pada masa seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis kepada ibu dan keluarga dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan sehat, bergizi, dan terjangkau. Tidak hanya itu, pengembangan pola asuh cerdas juga menjadi fokus utama agar anak-anak dapat tumbuh optimal secara fisik, kognitif, dan emosional.

Acara diawali dengan pemaparan materi mengenai pola asuh yang baik untuk anak stunting oleh Ibu Rostini Rohayanti, AMK., S.Keb., Bdn., selaku Bidan Desa Cibubuan. Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk kebiasaan makan yang sehat serta memperhatikan asupan gizi anak sejak dini.

“Seorang ibu yang memiliki anak dengan kondisi stunting harus memiliki kesabaran yang luar biasa. Proses perbaikan gizi dan tumbuh kembang anak tidak bisa terjadi dalam waktu singkat. Perlu kesungguhan, ketelatenan, dan dukungan dari keluarga agar anak dapat tumbuh optimal. Dengan hati yang sabar, ibu bisa menjadi sumber kekuatan bagi anaknya untuk terus berkembang,” ujar Ibu Rostini.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi memasak makanan sehat oleh ibu-ibu kader kesehatan Desa Cibubuan. Peserta terlihat antusias memperhatikan setiap langkah pembuatan menu sehat sambil berdiskusi dan bertanya seputar kandungan gizi dan cara penyajian makanan yang menarik bagi anak.

“Kunci keberhasilan dalam memperbaiki gizi anak bukan hanya pada bahan makanan, tetapi juga pada cara ibu mengolahnya,” lanjutnya. “Ibu harus kreatif memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar rumah agar menjadi menu sehat, bergizi, dan disukai anak. Misalnya, sayuran bisa dibuat lebih menarik dengan warna, bentuk, atau penyajian yang bervariasi. Dengan begitu, anak akan lebih tertarik untuk makan makanan bergizi.”

Usai kegiatan memasak, hasil masakan dibagikan kepada anak-anak yang terindikasi stunting. Makanan tersebut langsung disuapkan oleh orang tua masing-masing kepada anak untuk melihat kebiasaan makan serta respon mereka terhadap makanan sehat yang disajikan. Momen ini menjadi kesempatan bagi orang tua untuk belajar memahami perilaku makan anak dan mengevaluasi pola makan yang diterapkan di rumah.

“Anak adalah peniru ulung. Apa yang dilakukan orang tua akan menjadi contoh utama bagi mereka, termasuk dalam kebiasaan makan,” tutur Ibu Rostini. “Jika orang tua membiasakan diri makan makanan sehat dengan penuh semangat, anak pun akan ikut meniru kebiasaan baik itu. Karena itu, menjadi teladan adalah langkah pertama untuk menanamkan pola makan sehat dalam keluarga.”

Melalui kegiatan DASHAT CERDAS ini, diharapkan masyarakat Desa Cibubuan, khususnya para ibu, semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Selain menjadi wadah edukasi, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemberdayaan keluarga dan komunitas.