Unit Ketahanan Pangan BUMDes Bumi Makmur Sauyunan Desa Narimbang menjadi destinasi pembelajaran bagi mahasiswa PGSD dari Kelompok 30 P2MB UPI Kampus di Sumedang pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Kunjungan ini mengungkap praktik terbaik pengelolaan pertanian desa yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) tentang ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dalam pemberdayaan ekonomi desa.
Pak Asep selaku Ketua BUMDes menyambut hangat kedatangan mahasiswa dan membagikan pengalaman mengelola budidaya buah melon jenis Sweet Lavender. "Kami fokus pada ketahanan pangan desa dengan memanfaatkan lahan produktif untuk komoditas bernilai ekonomi tinggi. Melon Sweet Lavender dipilih karena adaptif dengan kondisi tanah lokal dan memiliki permintaan pasar yang stabil," jelasnya.
Mahasiswa melakukan pengamatan menyeluruh mulai dari tahap persiapan lahan, pemilihan bibit, teknik perawatan intensif, hingga proses panen yang memerlukan kehati-hatian khusus. Sistem irigasi tetes dan penggunaan pupuk organik menjadi praktik ramah lingkungan yang mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dalam pertanian berkelanjutan.
"Yang menarik adalah strategi pemasarannya. BUMDes tidak hanya menjual ke pasar tradisional, tetapi juga bermitra dengan supermarket dan platform digital untuk menjangkau konsumen lebih luas," ungkap salah seorang anggota kelompok setelah melakukan wawancara mendalam.
Keberhasilan BUMDes dalam mengelola unit ketahanan pangan ini turut menciptakan lapangan kerja bagi warga desa, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memperkuat ekonomi lokal. Hal ini mencerminkan implementasi SDG 1 (No Poverty) melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi desa.
"Pembelajaran langsung seperti ini sangat berharga. Kami melihat bagaimana desa bisa mandiri secara pangan dan ekonomi melalui pengelolaan sumber daya yang tepat," tambah mahasiswa lainnya. Kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha desa ini menjadi contoh nyata SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam membangun pembangunan berkelanjutan dari tingkat grassroot.