[email protected] (0261) 201244

Ketika Kreativitas Bertemu Kecerdasan Buatan: Guru Besar PGSD UPI Sumedang Pimpin Riset Kolaborasi Internasional Indonesia Uzbekistan 2026 untuk Ungkap Pseudo Kreativitas dalam Pembelajaran Seni Musik Berbantuan AI

21 May 2026 - Dibaca 27

Bendera Indonesia dan Uzbekistan berkibar berdampingan dalam sebuah kolaborasi akademik yang langka dan penuh makna. Prof. Dr. Julia, M.Pd., Guru Besar Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Sumedang, kembali membuktikan kepemimpinan akademik di panggung internasional dengan meraih Hibah Riset Kolaborasi Internasional 2026. Penelitian lintas batas ini menyentuh isu yang sangat relevan di era kecerdasan buatan, yakni pertanyaan kritis tentang batas antara kreativitas sejati dan pseudo-kreativitas yang dihasilkan oleh AI, selaras dengan SDGs nomor 4 tentang pendidikan berkualitas dan nomor 17 tentang kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

Penelitian berjudul "Dari Dukungan Kreatif ke Jalan Pintas Kognitif: Pseudo-Kreativitas Mahasiswa dalam Pembelajaran Seni Musik Berbantuan AI" ini melibatkan tim multidisiplin yang luar biasa: Dr. Yanti Heriyawati, S.Pd., M.Hum., Dr. Tedi Supriyadi, S.H.I., M.Ag., Dr. Cecep Kustandi, M.Pd. dari Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Ir. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. dari Universitas Negeri Malang, serta dua pakar dari Uzbekistan yakni Dustnazar Omonovich Khimmataliev dan Sukhrob Djumaydilayevich Saitov dari Denau Institute of Entrepreneurship and Pedagogy Uzbekistan.

Pertanyaan yang diusung penelitian ini bukan sekadar ilmiah, melainkan juga filosofis: apakah AI memberdayakan kreativitas mahasiswa, atau justru diam-diam menggerusnya? Bagi Prodi PGSD UPI Sumedang, temuan dari riset internasional ini akan menjadi kompas penting dalam merancang pembelajaran seni yang humanis di era digital. Calon guru SD perlu dibekali kemampuan membedakan ekspresi kreatif autentik dari ketergantungan pada otomatisasi AI, agar kelak dapat membimbing siswa menjadi pencipta, bukan sekadar pengguna teknologi.