[email protected] (0261) 201244

Mahasiswa P3K UPI Kampus Sumedang Kelompok 14 Gelar Kamis Raya di SD Negeri Sukajadi, Angkat Tradisi Sungkeman Idul Fitri Bernuansa Sunda

10 March 2026 - Dibaca 44

Sumedang, 5 Maret 2026 — Mahasiswa Program P3K dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang) Kelompok 14 berkolaborasi dengan SD Negeri Sukajadi dalam menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kamis Raya: Sungkem Mikawanoh” pada Kamis (5/3). Kegiatan ini mengangkat tema tradisi sungkeman pada Hari Raya Idul Fitri yang dikemas melalui pembelajaran berbasis bermain peran (role play) oleh siswa.

Kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran budaya sekaligus penguatan karakter bagi siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, para siswa diajak memahami makna Hari Raya Idul Fitri, khususnya tradisi meminta maaf kepada orang tua melalui adat sungkeman dalam budaya Sunda.

Dalam pelaksanaannya, siswa memerankan berbagai situasi yang biasa terjadi saat perayaan Idul Fitri. Beberapa siswa berperan sebagai anak-anak yang merayakan hari kemenangan dengan penuh kegembiraan, seperti menabuh bedug dan memeriahkan suasana hari raya bersama teman-temannya. Suasana yang diciptakan menyerupai momen kebersamaan masyarakat saat menyambut Idul Fitri.

Setelah rangkaian permainan peran tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi adat sungkeman secara kesundaan. Para siswa yang telah sebelumnya mendapatkan arahan dan latihan dari mahasiswa P3K mempraktikkan langsung prosesi sungkeman kepada orang tua. Dalam prosesi ini, siswa menyampaikan permohonan maaf dengan penuh hormat sebagai wujud penghormatan kepada orang tua sekaligus penghayatan nilai-nilai budaya Sunda.

Melalui kegiatan “Kamis Raya: Sungkem Mikawanoh”, mahasiswa P3K Kelompok 14 berharap siswa tidak hanya memahami tradisi Idul Fitri secara konseptual, tetapi juga mampu merasakan dan mempraktikkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, seperti rasa hormat kepada orang tua, sikap saling memaafkan, serta pelestarian budaya Sunda.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada siswa sejak dini. Kolaborasi antara mahasiswa dan sekolah diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan edukatif yang mendukung perkembangan karakter dan pengetahuan budaya peserta didik.