[email protected] (0261) 201244

Mahasiswa Prodi PGSD Gelar Pokja dan DASHAT untuk Cegah Stunting: Wujudkan SDG 2 dan 3 di Desa Narimbang

24 November 2025 - Dibaca 40

Mahasiswa Kelompok 30 P2MB Prodi PGSD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus di Sumedang menyelenggarakan Kegiatan Kelompok Kerja (Pokja) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Balai Dusun RW 05 Desa Narimbang pada Jumat, 7 November 2025. Kegiatan ini melibatkan para kader posyandu, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-being).

Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang serta penerapan pola makan sehat untuk mencegah stunting pada anak. Kegiatan ini sejalan dengan target SDG 2 yang bertujuan mengakhiri kelaparan dan mencapai ketahanan pangan, serta SDG 3 yang memastikan kehidupan sehat bagi semua usia. Peserta mendapatkan pemahaman praktis tentang konsep "Isi Piringku" dan cara mengolah bahan makanan lokal menjadi menu bergizi tinggi yang ramah di kantong.

Dalam sesi praktik di Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), para ibu belajar mengolah bahan pangan lokal menjadi menu bergizi seperti bubur kacang hijau untuk ibu hamil, MPASI (Makanan Pendamping ASI) bergizi, serta olahan sayuran lokal yang kaya nutrisi. "Saya sangat terbantu dengan kegiatan ini. Sekarang saya tahu bahwa bahan-bahan di sekitar kita bisa diolah menjadi makanan bergizi," ujar salah seorang ibu menyusui peserta kegiatan.

Para kader posyandu juga mendapat pembekalan tentang cara memantau pertumbuhan anak dan mengenali tanda-tanda stunting sejak dini. Kolaborasi ini mencerminkan SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang menekankan pentingnya kemitraan multi-pihak dalam pembangunan berkelanjutan.

"Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi hambatan serius bagi masa depan bangsa. Kami berkomitmen mendampingi masyarakat secara berkelanjutan untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera," ungkap koordinator kelompok. Kegiatan ini membuktikan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mewujudkan SDGs di tingkat grassroot, menjadikan pencegahan stunting sebagai aksi nyata menuju Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.