[email protected] (0261) 201244

Mahasiswa Prodi PGSD Mengikuti Ujian Sertifikasi Internasional MCE

02 December 2025 - Dibaca 47

Sebanyak 20 mahasiswa dari Prodi PGSD dan Penjas UPI Kampus Sumedang mengikuti ujian sertifikasi internasional Microsoft Certified Educator (MCE) pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan yang dibiayai dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Universitas ini merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Ujian sertifikasi dipandu oleh dua orang instruktur bersertifikat yang memastikan proses berlangsung sesuai standar internasional. MCE merupakan sertifikasi yang mengakui kompetensi pendidik dalam mengintegrasikan teknologi Microsoft ke dalam proses pembelajaran secara efektif dan inovatif, mencakup penguasaan Microsoft Office, Teams, OneNote, dan berbagai aplikasi edukatif lainnya.

"Sertifikasi MCE sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) yang menekankan pentingnya kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital. Mahasiswa calon guru harus memiliki kompetensi literasi digital yang kuat untuk menghadapi tantangan pendidikan abad 21," ungkap salah seorang instruktur.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan membekali mahasiswa sertifikasi internasional yang meningkatkan daya saing di dunia kerja global. Sertifikat MCE menjadi nilai tambah bagi lulusan dalam melamar pekerjaan di sekolah bertaraf internasional atau lembaga pendidikan berbasis teknologi.

Dalam konteks Kampus Berdampak, program sertifikasi ini membuktikan komitmen UPI dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan teknis terverifikasi secara internasional. Hal ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah tempat lulusan bertugas nantinya.

Pencapaian ini juga berkontribusi signifikan terhadap IKU 6 tentang kelas yang kolaboratif dan partisipatif, serta IKU 7 tentang program kampus merdeka. Dengan sertifikasi MCE, mahasiswa memiliki kemampuan merancang pembelajaran digital yang kolaboratif menggunakan platform Microsoft, mempersiapkan mereka menjadi guru inovatif yang mampu mentransformasi pendidikan Indonesia menuju era digital yang inklusif dan berkualitas.