Tim PKM Luar Negeri Prodi PGSD Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang menyerahkan media pembelajaran PAI dan bingkisan kepada siswa serta guru SD di Nonthaburi, Thailand sebagai wujud nyata kontribusi akademik untuk kesetaraan pendidikan lintas batas, sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) global.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Luar Negeri (PKM LN) ini berlangsung pada 18–21 April 2026, dipimpin oleh Dr. Ani Nur Aeni, M.Pd., dosen PGSD UPI, bersama dua mahasiswa angkatan 2024, yaitu Anita Seli dan Indri Deniawati. Program strategis ini mendapat dukungan pendanaan penuh melalui Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2026.
Sasaran kegiatan adalah siswa dan guru Sekolah Dasar di Thammislam Foundation School, Nonthaburi, sebuah institusi pendidikan berbasis Islam yang menampung komunitas Muslim minoritas di Thailand. Tim PKM LN UPI menyerahkan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dirancang interaktif dan kontekstual, serta sejumlah bingkisan kepada para siswa dan guru sebagai bentuk kepedulian lintas budaya yang hangat dan bermakna.
"Pengabdian ini adalah bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara. Kami hadir untuk memastikan anak-anak di sini mendapatkan akses terhadap sumber belajar yang berkualitas, sebagaimana yang mereka layak dapatkan."
Kegiatan ini mencerminkan komitmen UPI terhadap tiga pilar SDGs. Pertama, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) terwujud melalui penyediaan media ajar PAI yang inovatif bagi komunitas muslim di Thailand. Kedua, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) diimplementasikan dengan menjangkau langsung komunitas Muslim minoritas yang berada di pinggiran perhatian pendidikan global. Ketiga, SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan) diwujudkan lewat kolaborasi akademik lintas negara antara UPI dan Thammislam Foundation School Thailand.
Keterlibatan aktif mahasiswa Anita Seli dan Indri Deniawati dalam program internasional ini juga menjadi pengalaman transformatif yang tak ternilai. Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi langsung terjun ke lapangan, memperkuat kompetensi global, kepekaan sosial, dan jiwa pengabdian sebagai calon guru masa depan Indonesia yang siap berkontribusi di kancah internasional.