[email protected] (0261) 201244

Membangun Generasi Melek Literasi: Seminar Inovasi Pendidikan Dasar sebagai dan Penguatan Literasi bagi Guru Sekolah Dasar sebagai Langkah Nyata

21 May 2026 - Dibaca 61

Pendidikan berkualitas merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan berkelanjutan. Dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan dituntut untuk berinovasi dan berkolaborasi demi mewujudkan pembelajaran yang inklusif, merata, dan relevan bagi semua. Guru, sebagai ujung tombak pendidikan, memegang peranan strategis dalam merealisasikan cita-cita mulia tersebut.

Menjawab tantangan tersebut, Peserta Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K)   dari UPI Kampus Sumedang Kelompok 17, 18, 19, dan 20 bersama Dosen Pembimbing Lapangan Dr. H. Atep Sujana, M.Pd.; Drs. H. Dadan Djuanda, M.Pd.; Dr. H. Prana Dwija Iswara, M.Pd.; dan Dr. Kusman Rukmana, S.Pd., M.Pd., menyelenggarakan Seminar Inovasi Pendidikan Dasar dan Penguatan Literasi bagi Guru Sekolah Dasar. Kegiatan ini merupakan program kolaborasi yang berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026, di SDN Karangnangka II, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.

Seminar ini ditujukan bagi guru Sekolah Dasar yang tergabung dalam Gugus 3 Kecamatan Situraja. Peserta yang hadir terdiri atas kepala sekolah dan guru perwakilan dari delapan sekolah dasar, mencerminkan antusiasme dan kesadaran kolektif akan pentingnya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.

Acara dibagi menjadi dua sesi materi utama yang saling melengkapi. Sesi pertama diisi oleh Dr. H. Atep Sujana, M.Pd., akademisi berpengalaman di bidang pendidikan dasar, yang membawakan tema Inovasi Pendidikan Dasar. Beliau menguraikan berbagai pendekatan pembelajaran inovatif yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Paparan yang kaya akan contoh nyata tersebut berhasil memantik diskusi yang hidup dan reflektif di antara para peserta.

Sesi kedua menghadirkan Budiman Zulfikri, Duta Baca Kabupaten Sumedang, yang membawakan materi Penguatan Literasi. Dengan pendekatan yang segar dan inspiratif, peserta diajak memahami literasi secara lebih luas: bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga mencakup kompetensi berpikir kritis dan kemampuan mengomunikasikan ide secara kreatif. Berbagai strategi konkret dipaparkan untuk membantu para guru mengintegrasikan budaya literasi ke dalam pembelajaran sehari-hari secara organik dan menyenangkan. Sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis, memperlihatkan tingginya kesadaran para guru akan pentingnya membangun ekosistem literasi yang kuat di sekolah masing-masing.

Menanggapi pelaksanaan seminar tersebut, Popon Rohaeti, M.Pd., selaku Pengawas Kecamatan Situraja, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif yang dilakukan mahasiswa P3K UPI Kampus Sumedang bersama Gugus 3 Kecamatan Situraja. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah positif dalam memperkuat kompetensi guru sekaligus menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah dasar.

“Kegiatan seminar ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga harus adaptif terhadap inovasi pembelajaran dan mampu membangun budaya literasi di sekolah. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Situraja,” ujarnya.

Kegiatan seminar ini bukan sekadar agenda peningkatan kompetensi, melainkan juga memiliki keterkaitan langsung dengan tujuan besar SDGs yang dicanangkan PBB sebagai agenda pembangunan global hingga tahun 2030.

Seminar Inovasi Pendidikan Dasar dan Penguatan Literasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kontribusi mahasiswa P3K UPI Kampus Sumedang dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar di tingkat gugus. Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya memperoleh wawasan dan strategi baru, tetapi juga terdorong menjadi agen perubahan yang aktif dalam mengimplementasikan inovasi pembelajaran di kelas.

Lebih dari itu, terbangunnya kolaborasi yang erat antarpendidik di Gugus 3 Kecamatan Situraja diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi tumbuhnya budaya literasi yang berkelanjutan demi generasi penerus yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Langkah kecil di tingkat gugus ini merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas, merata, dan sejalan dengan semangat SDGs.