[email protected] (0261) 201244

Memperingati Hari Kartini, Mahasiswa P3K UPI di SDN Malaka Sulap Limbah Jadi Busana Modis

28 April 2026 - Dibaca 75

Mahasiswa P3K UPI Kampus Sumedang kembali menunjukkan kreativitas dan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui kegiatan bertema Kartini Day and Eco-Craft yang dilaksanakan di SDN Malaka pada Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini menjadi ajang edukasi sekaligus inspirasi bagi siswa untuk lebih peduli terhadap pemanfaatan barang bekas menjadi karya yang bernilai guna.

Dalam rangkaian acara tersebut, mahasiswa P3K UPI menghadirkan inovasi berupa pembuatan manekin dari bahan daur ulang. Manekin yang dibuat berasal dari berbagai material bekas seperti kardus, botol plastik, dan kertas koran. Proses pembuatannya melibatkan kreativitas tinggi serta kerja sama tim, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya unik tetapi juga ramah lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep reduce, reuse, recycle (3R) kepada siswa sejak dini. Melalui demonstrasi langsung, siswa diajak memahami bahwa barang bekas yang sering dianggap sampah ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menarik.

Selain pembuatan manekin, acara semakin meriah dengan adanya kegiatan fashion show yang diikuti oleh siswa SDN Malaka. Dalam kegiatan ini, para siswa tampil percaya diri mengenakan berbagai aksesoris yang dibuat dari bahan daur ulang, seperti plastik, kertas koran, dan botol plastik. Kreativitas siswa terlihat dari beragam desain aksesoris yang unik dan penuh warna.

Fashion show ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai cinta lingkungan serta keberanian dalam berekspresi. Para siswa tampak antusias dan bangga mengenakan hasil karya mereka sendiri.

Melalui kegiatan Kartini Day dan Eco Craft ini, mahasiswa P3K UPI berharap dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini sekaligus mengembangkan kreativitas siswa. Semangat emansipasi yang dibawa oleh peringatan Hari Kartini juga tercermin dalam keberanian siswa untuk berkarya dan tampil percaya diri. Selain peragaan busana, suasana sekolah tampak asri dan ceria dengan adanya sesi kaulinan barudak. Gelak tawa anak-anak saat bermain permainan tradisional menjadi pemanis dalam rangkaian acara yang bertujuan mempererat tali persaudaraan antar-siswa tersebut.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah karena dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan kontekstual bagi siswa. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna mendukung pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan generasi muda.