[email protected] (0261) 201244

Padaasih Volley Festival: Membangun Komunitas Sehat dan Solid Menuju SDG 3 dan 11

25 November 2025 - Dibaca 57

Semangat persatuan dan jiwa sehat terpancar di setiap pukulan bola voli saat Padaasih Volley Festival Day 1 digelar dengan penuh kemeriahan oleh mahasiswa PGSD dari Kelompok 32 P2MB Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang di bawah bimbingan Ibu Dr. Isrok'atun, M.Pd. Kegiatan olahraga komunitas ini menjadi wujud nyata implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) yang mendorong gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dalam membangun komunitas inklusif yang aman dan berkelanjutan.

Sebanyak sebelas kelompok voli yang mewakili berbagai Rukun Warga (RW) di Desa Padaasih turut berpartisipasi dalam ajang kompetitif ini. Pembagian tim berdasarkan RW tidak hanya menambah keseruan persaingan lokal yang sehat, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan rasa kebersamaan antarwarga. Hal ini sejalan dengan target SDG 11.7 tentang menyediakan akses universal terhadap ruang publik yang aman, inklusif, dan mudah diakses, terutama bagi perempuan, anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.

Pada hari pertama festival, tercatat tujuh pertandingan utama berlangsung dengan penuh intensitas. Setiap laga dimainkan dalam format penuh tiga set, memastikan seluruh tim memiliki kesempatan adil untuk menunjukkan kemampuan, strategi, serta kerja sama tim demi memperebutkan gelar juara Padaasih Volley Festival. Sportivitas tetap dijunjung tinggi di setiap pertandingan, mencerminkan nilai-nilai persatuan dan kebersamaan.

"Melalui olahraga, kami tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ini adalah investasi sosial untuk membangun desa yang lebih solid," ungkap salah seorang panitia dari kelompok mahasiswa.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui promosi masyarakat yang damai dan inklusif. Antusiasme tinggi dari berbagai kalangan usia menunjukkan bahwa olahraga adalah bahasa universal pemersatu. Dengan hasil akhir mempertemukan RW 01 dan RW 06 di babak final, festival ini membuktikan bahwa pembangunan berkelanjutan dimulai dari komunitas yang sehat, aktif, dan bersatu.