Hiruk pikuk penuh kehangatan memenuhi enam posyandu di Desa Narimbang ketika ratusan warga dari berbagai generasi hadir untuk mendapatkan layanan kesehatan terpadu. Posyandu Mawar, Dahlia, Melati, Cempaka, Kenanga, dan Anggrek menjadi saksi komitmen bersama antara mahasiswa PGSD dari Kelompok 30 P2MB UPI Kampus di Sumedang bersama para kader posyandu dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) yang menargetkan kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua usia. Kegiatan di enam posyandu tersebut terlaksana dalam durasi waktu tanggal 4 sampai 14 Oktober 2025.
Pelayanan kesehatan komprehensif diberikan kepada tiga kelompok sasaran utama: balita, ibu hamil, dan lansia. Untuk balita dan ibu hamil, dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengukuran lingkar lengan atas (LILA) sebagai indikator status gizi dan deteksi dini risiko stunting. Kegiatan ini sejalan dengan target SDG 2.2 tentang mengakhiri segala bentuk malnutrisi, termasuk pencapaian target terkait stunting dan wasting pada anak balita.
Sementara itu, para lansia mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sebagai upaya pemantauan kondisi kesehatan serta pencegahan penyakit tidak menular. Hal ini mendukung SDG 3.4 tentang mengurangi kematian dini akibat penyakit tidak menular dan meningkatkan kesehatan mental serta kesejahteraan.
"Kehadiran mahasiswa sangat membantu kami. Dengan tenaga tambahan, pelayanan bisa lebih cepat dan menyeluruh. Warga pun merasa lebih diperhatikan," ungkap salah seorang kader posyandu.
Para mahasiswa tidak hanya membantu dalam pelayanan teknis, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan kepada para ibu tentang pentingnya gizi seimbang dan stimulasi tumbuh kembang anak. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tercermin dari antrean panjang di setiap posyandu.
Kegiatan ini mencerminkan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan dari tingkat desa, memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan berkualitas.