Aroma harum kue basah dan keripik singkong menyambut kedatangan tim Kelompok 30 P2MB dari Prodi PGSD UPI Kampus di Sumedang saat mengunjungi sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Narimbang pada Rabu, 8 Oktober 2025. Kegiatan pemberdayaan ini merupakan implementasi nyata dari Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) tentang pertumbuhan ekonomi inklusif dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) mengenai pola konsumsi dan produksi berkelanjutan.
Kunjungan dilakukan ke beberapa UMKM unggulan desa, di antaranya UMKM Ketring Bu Mimin yang menyediakan layanan katering untuk berbagai acara, UMKM Top Rasa yang memproduksi aneka makanan olahan, serta UMKM Makanan Ringan Ibu Entin yang menghasilkan camilan khas berbahan baku lokal. Para mahasiswa melakukan pengamatan menyeluruh terhadap seluruh rantai produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran dan distribusi produk.
"Kami menggunakan bahan-bahan lokal seperti singkong, ubi, dan pisang dari petani desa. Selain lebih segar, ini juga membantu ekonomi warga lain," jelas Bu Mimin saat menjelaskan proses pembuatan kue-kue pesanannya.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 8.3 yang mendorong kebijakan berorientasi pembangunan yang mendukung kegiatan produktif, penciptaan lapangan kerja layak, kewirausahaan, dan pertumbuhan usaha mikro hingga menengah. Para pelaku UMKM di Desa Narimbang terbukti mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
UMKM Top Rasa bahkan telah menerapkan sistem produksi ramah lingkungan dengan meminimalkan limbah dan menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang, mencerminkan komitmen terhadap SDG 12 tentang produksi berkelanjutan.
"Potensi UMKM di sini sangat besar. Dengan pendampingan yang tepat dalam hal branding dan digitalisasi pemasaran, produk-produk ini bisa bersaing lebih luas," ungkap salah satu anggota tim. Kolaborasi ini menjadi bukti SDG 17 (Partnerships for the Goals) bahwa pemberdayaan ekonomi lokal memerlukan sinergi berbagai pihak untuk keberlanjutan ekonomi desa.