Acara penarikan mahasiswa Program Pengenalan Medan Belajar (P2MB) Prodi PGSD UPI Kampus Sumedang di Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang berlangsung meriah dengan penampilan seni beladiri pencak silat dan karate pada Kamis, 27 November 2025, di Balai Pertemuan Kecamatan Buah Dua. Acara ini menandai berakhirnya program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang telah berlangsung selama dua bulan dengan mengusung tema "Zero to Stunting."
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia, Camat Buah Dua, para kepala desa di Kecamatan Buah Dua, Dandim, dan Kapolsek Buah Dua. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan kolaborasi multi-sektor dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pencegahan stunting.
Tema "Zero to Stunting" mengandung makna upaya komprehensif untuk mencapai zero stunting atau bebas stunting di masyarakat. Program ini mengintegrasikan edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan balita, penyuluhan pola hidup sehat, dan pemberdayaan keluarga—semuanya bertujuan memutus rantai stunting yang menghambat kualitas generasi penerus bangsa.
Selama dua bulan, mahasiswa P2MB tidak hanya memberikan penyuluhan kesehatan dan gizi kepada ibu hamil dan balita, tetapi juga mengadakan posyandu, pelatihan pengolahan makanan bergizi, serta kampanye literasi kesehatan. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dan edukasi kesehatan bagi masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan dengan pemerintah desa, TNI, dan Polri.
"Program P2MB memberikan dampak ganda. Bagi masyarakat, ada peningkatan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang dan deteksi dini stunting. Bagi mahasiswa, ini adalah pengalaman berharga memahami realitas lapangan dan mengaplikasikan ilmu untuk pemberdayaan masyarakat," ungkap Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat.
Penampilan pencak silat dan karate oleh mahasiswa Prodi PGSD menjadi simbol semangat dan ketangguhan dalam memerangi stunting, sekaligus melestarikan budaya lokal. Acara ditutup dengan penyerahan laporan kegiatan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kesuksesan program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan menuju Indonesia bebas stunting 2030.