Sumedang, 23 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus di Sumedang memberikan apresiasi kepada para dosen melalui pemberian insentif pembuatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis case method dan team based project. Insentif yang bersumber dari RKAT Prodi PGSD Tahun 2025 ini telah disalurkan pada tanggal 23 Oktober 2025 melalui transfer langsung ke rekening dosen penerima.
Sebanyak 33 RPS yang telah dikembangkan dengan metode pembelajaran inovatif tersebut memperoleh insentif. Kebijakan ini menjadi langkah strategis Prodi PGSD dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu “Persentase mata kuliah Sarjana dan Diploma yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project).”
Metode case method mendorong mahasiswa untuk menganalisis kasus nyata guna mengasah kemampuan berpikir kritis, sedangkan team based project melatih kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah dalam kerja kelompok. Kedua pendekatan ini sangat relevan untuk mempersiapkan calon guru yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada solusi.
Kebijakan pemberian insentif ini juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Transformasi metode pembelajaran tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga mencerminkan penghargaan terhadap kinerja dosen, meningkatkan kesejahteraan, dan memotivasi mereka untuk terus mengembangkan profesionalisme akademik.
Prodi PGSD berharap melalui kebijakan insentif ini, para dosen semakin termotivasi untuk mengembangkan pembelajaran inovatif yang berpusat pada mahasiswa. Ke depan, diharapkan seluruh mata kuliah di Prodi PGSD dapat mengadopsi metode pembelajaran aktif yang mampu melahirkan lulusan berkualitas, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Investasi dalam pengembangan RPS berkualitas merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan guru-guru profesional yang berperan dalam mentransformasi pendidikan di Indonesia.