[email protected] (0261) 201244

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Bulan November di Prodi PGSD Berlangsung Secara Hybrid

01 December 2025 - Dibaca 42

Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Sumedang menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Bulan November secara hybrid pada Jumat, 28 November 2025. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Prodi PGSD ini menghadirkan seluruh dosen Prodi PGSD baik secara luring maupun daring.

Format hybrid dipilih dengan pertimbangan strategis mengingat beberapa dosen PGSD sedang menjalankan tugas dinas luar sehingga tidak dapat hadir secara langsung di kampus. Pendekatan ini mencerminkan fleksibilitas dan adaptasi teknologi dalam tata kelola pendidikan tinggi yang efisien, inklusif, dan tetap menjaga efektivitas koordinasi meskipun terpisah jarak.

Agenda utama rapat meliputi pembahasan progress dewan skripsi dan persiapan seminar proposal mahasiswa. Evaluasi mendalam dilakukan untuk memastikan kualitas pembimbingan akademik dan kelancaran proses penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Diskusi fokus pada strategi peningkatan produktivitas penelitian mahasiswa dan efektivitas pembimbingan di tengah dinamika pembelajaran kontemporer.

Sorotan khusus tertuju pada sosialisasi program "100 Poin Pengalaman Belajar Mahasiswa" yang disampaikan langsung oleh Prof. Julia, M.Pd., Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum pada Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta. Program inovatif ini dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui berbagai kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yang terintegrasi dengan kurikulum formal.

"Program 100 poin pengalaman belajar sejalan dengan visi Kampus Berdampak yang menghasilkan lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi holistik—softskills, leadership, entrepreneurship, dan kepekaan sosial," jelas Prof. Julia dalam paparannya.

Konsep Kampus Berdampak menekankan pentingnya perguruan tinggi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Melalui diversifikasi pengalaman belajar, mahasiswa PGSD diharapkan menjadi calon guru yang tidak hanya menguasai pedagogik, tetapi juga memiliki karakter kuat, keterampilan abad 21, dan kepedulian terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan.

Rapat juga membahas agenda lainnya termasuk penjaminan mutu pembelajaran, prestasi mahasiswa dan rencana S2 PJJ. Ketua Prodi menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan calon guru SD yang profesional, inovatif, dan berdampak bagi transformasi pendidikan Indonesia.