[email protected] (0261) 201244

RUNNING (Remaja Punya Peran Dalam Pencegahan Stunting): Mahasiswa PGSD UPI Sumedang Ajak Remaja Babakan Asem Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Reproduksi dan Cegah Stunting

04 December 2025 - Dibaca 54

Pada Minggu, 23 November 2025, mahasiswa Prodi PGSD UPI Kampus di Sumedang yang tergabung dalam Kelompok 34 P2MB (Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan) dengan DPL Ibu Regina Lichteria Panjaitan, M.Si. sukses menyelenggarakan kegiatan “RUNNING” (Remaja Punya Peran Dalam Pencegahan Stunting). Kegiatan yang digelar di Aula Desa Babakan Asem, Kecamatan Conggeang, ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan remaja, pencegahan pernikahan dini, dan upaya menekan angka stunting di masyarakat.

Acara ini menghadirkan dua narasumber kompeten. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Endang Darsono, M.Si., selaku Kepala KUA Kecamatan Conggeang, yang membahas secara mendalam mengenai pernikahan dini beserta dampak sosial, agama, dan hukumnya bagi remaja. Beliau menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam membangun rumah tangga, serta risiko besar yang ditimbulkan jika pernikahan dilakukan pada usia terlalu muda.

Materi selanjutnya dipresentasikan oleh Bapak Ehep Andriawan, S.Pd., Penyuluh KB Desa Babakan Asem, yang membahas isu sex bebas, kesehatan reproduksi remaja, serta bahaya stunting. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa rendahnya literasi kesehatan, kurangnya pemahaman tentang risiko perilaku seksual berisiko, dan kehamilan di usia dini menjadi faktor pemicu tingginya angka stunting di Indonesia. Edukasi ini selaras dengan upaya pencapaian SDG 3: Good Health and Well-Being, yang menargetkan peningkatan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Ketua Pelaksana kegiatan, Putri Wulandari, menyampaikan sambutan hangatnya bahwa kegiatan RUNNING merupakan langkah kolaboratif antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat, khususnya para remaja. Menurutnya, remaja memiliki peran penting sebagai generasi penerus dalam memutus rantai pernikahan dini dan mencegah terjadinya stunting. Program ini juga mendukung pencapaian SDG 5: Gender Equality, terutama dalam aspek pemberdayaan remaja perempuan dan perlindungan mereka dari praktik pernikahan dini.

Salah satu kegiatan menarik dalam acara ini adalah gerakan minum TTD (Tablet Tambah Darah) bersama, yang dipandu oleh Bapak Ehep Andriawan. Aksi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya asupan zat besi bagi remaja perempuan untuk mencegah anemia, sebuah kondisi yang berisiko memperparah stunting apabila terjadi pada ibu hamil di masa depan.

Panitia juga menyiapkan souvenir menarik serta Photoboote khusus untuk memberikan pengalaman berbeda bagi peserta dan menambah antusiasme mereka mengikuti kegiatan hingga akhir. Kehadiran fasilitas ini mendapat respon positif dari para remaja yang merasa acara menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Selain itu panitia juga memberikan e-sertifikat bagi peserta yang hadir.

Dengan adanya kegiatan RUNNING ini, diharapkan pengetahuan remaja Desa Babakan Asem mengenai kesehatan reproduksi, bahaya sex bebas, risiko pernikahan dini, dan upaya pencegahan stunting semakin meningkat. Mahasiswa Kelompok 34 P2MB berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan bersama.