[email protected] (0261) 201244

SEPENTING TANGKAS: Saat Mahasiswa PGSD Turun Tangan Cegah Stunting dengan Cara yang Tidak Biasa!

14 November 2025 - Dibaca 87

Pada Minggu, 9 November 2025, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang yang tergabung dalam Kelompok 34 P2MB (Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan) menggelar kegiatan bertajuk “SEPENTING TANGKAS” — singkatan dari Seminar Parenting Tanggap akan Nutrisi, Gizi, dan Kesehatan Anak Sejak Dini. Bertempat di Aula Desa Babakan Asem, Kecamatan Conggeang, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya kesadaran masyarakat akan gizi dan tumbuh kembang anak, sekaligus mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-2 tentang Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) dan tujuan ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).

Kegiatan Sepenting Tangkas berawal dari hasil diskusi mahasiswa bersama kader dan masyarakat desa. Dari pengamatan di lapangan, mahasiswa menemukan bahwa persoalan stunting di Desa Babakan Asem bukan semata disebabkan oleh kurangnya informasi atau bantuan dari pemerintah, melainkan karena kesadaran orang tua yang masih perlu ditingkatkan dalam memahami pentingnya asupan gizi seimbang dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya mengimplementasikan nilai-nilai SDGs dalam konteks lokal, yaitu dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan anak dan keluarga.

Kegiatan Sepenting Tangkas berawal dari hasil diskusi mahasiswa bersama kader dan masyarakat desa. Dari pengamatan di lapangan, mahasiswa menemukan bahwa persoalan stunting di Desa Babakan Asem bukan semata disebabkan oleh kurangnya informasi atau bantuan dari pemerintah, melainkan karena kesadaran orang tua yang masih perlu ditingkatkan dalam memahami pentingnya asupan gizi seimbang dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya mengimplementasikan nilai-nilai SDGs dalam konteks lokal, yaitu dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan anak dan keluarga.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Babakan Asem, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Materi utama disampaikan oleh Ibu Aan Haryati, S.Tr. Keb., Bd., perwakilan dari Puskesmas Kecamatan Conggeang, yang membahas pentingnya gizi seimbang, pengetahuan terkait stunting, hingga pola asuh positif yang dapat diterapkan oleh orang tua di rumah. Sesi berlangsung secara interaktif dan komunikatif, dengan peserta aktif bertanya serta berbagi pengalaman seputar pola makan dan tumbuh kembang anak mereka.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu baduta, dan ibu balita. Turut hadir pula Kepala Desa Babakan Asem, Ketua PKK, perwakilan BPD, mantri desa, serta kader posyandu. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi merupakan gerakan kolaboratif lintas sektor yang mencerminkan semangat kemitraan global dalam SDGs.

Ketua pelaksana kegiatan, Gita Apriyanti, menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.

“Kami di sini hanya ingin menjadi bagian kecil dari langkah besar bersama, bagian kecil yang ingin mengingatkan dan menyemangati agar terus bergerak menuju keluarga yang sehat, cerdas, dan bahagia,” ujar Gita.

Menariknya, panitia juga menyiapkan souvenir berupa kipas yang dirancang dengan desain bertema gizi dan kesehatan anak. Kipas tersebut berisi cuplikan materi dari seminar, menjadikannya bukan sekadar kenang-kenangan, tetapi juga media edukasi yang bisa dibaca ulang oleh peserta di rumah.

Kegiatan “Sepenting Tangkas” berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGSD UPI Kampus Sumedang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak. Lebih dari sekadar program pemberdayaan, kegiatan ini menjadi wadah belajar bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi calon guru yang tidak hanya cerdas di ruang kuliah, tetapi juga peduli terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat — nilai-nilai inti dari Sustainable Development Goals (SDGs).