Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. H. Enjang Yusuf Ali, M.Si telah melakukan kunjungan monitoring rutin kepada mahasiswa P2MB UPI Kelompok 23 di Desa Cibitung, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang pada Minggu, 5 Oktober 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan mahasiswa dan kesuksesan program yang telah dirancang dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Mahasiswa Kelompok 23 menunjukkan inisiatif tinggi dalam melakukan pemetaan sosial dan potensi desa sejak hari pertama penempatan. Kegiatan di minggu pertama difokuskan pada pengenalan diri dan diskusi dengan berbagai pihak kunci, seperti kunjungan ke KOBER Bersinar untuk membahas program perbaikan gizi anak usia dini (stunting), kunjungan ke BUMDes Cibitung untuk meninjau potensi desa di sektor perekonomian dan peternakan, serta diskusi program kerja dengan Karang Taruna untuk menjalin keluarga Kubota.
Selain itu, mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan rutin keagamaan ibu-ibu di Masjid Al-Qomar sebagai upaya silaturahmi dan pembauran dengan masyarakat setempat. Rencana program kerja terfokus pada kerja kolaboratif dengan empat pilar utama, dengan prioritas desa yaitu pengembangan stunting melalui Sosialisasi/Edukasi Gizi di Sekolah Dasar dan Masyarakat, pemberdayaan lingkungan/ekonomi seperti Teras Hijau, Apotek Hidup Masyarakat, dan berbagai kegiatan di Sekolah Dasar. Program ini dirancang untuk bersinergi dan memberikan nilai gotong royong kepada masyarakat.
Saat kunjungan DPL, mahasiswa dalam kondisi sehat dan penuh semangat. Para mahasiswa Kelompok 23 juga telah aktif menjalin relasi kegiatan bersih dengan “Bersih Lingkungan dan Senam Pagi”. Diskusi DPL di posko berjalan hangat dan keseluruhan mahasiswa mendapatkan pengarahan utama tentang pelaksanaan program kerja serta tantangan yang mungkin dihadapi. Bahkan di minggu kedua, mahasiswa sudah mendiskusikan rencana untuk diskusi bersama Kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) fokus pada stunting, serta koordinasi dengan Dinas Kehutanan terkait isu lingkungan.
Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa P2MB Kelompok 23 dan DPL nya atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan dalam program pemberdayaan masyarakat. "Saya sangat bangga melihat mahasiswa kita mampu beradaptasi dengan cepat dan membangun sinergi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat Desa Cibitung. Kemampuan mereka dalam melakukan pemetaan sosial dan merancang program kerja yang komprehensif menunjukkan kematangan sebagai calon pendidik yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi," ungkap Ketua Prodi PGSD.
Beliau juga mengapresiasi kolaborasi mahasiswa dengan berbagai pihak seperti KOBER Bersinar, BUMDes Cibitung, Karang Taruna, Kader Posyandu, dan KPM. "Kemampuan berkolaborasi ini merupakan soft skill yang sangat penting bagi calon guru dalam menjalankan tugasnya di masa depan. Mahasiswa telah menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat yang holistik," tambahnya.
Ketua Prodi PGSD berharap mahasiswa dapat terus mempertahankan semangat dan konsistensi dalam menjalankan program P2MB hingga akhir periode. "Saya berharap mahasiswa tidak hanya melaksanakan program yang telah direncanakan, tetapi juga mampu berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika yang terjadi di lapangan. Jangan takut untuk menghadapi tantangan, karena setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang," ujarnya.
Beliau juga mendorong mahasiswa untuk mendokumentasikan setiap kegiatan dengan baik sebagai portofolio dan pembelajaran bagi generasi berikutnya. "Program P2MB ini bukan hanya tentang output kegiatan, tetapi juga tentang proses pembelajaran dan transformasi diri mahasiswa menjadi agen perubahan yang tangguh. Saya berharap pengalaman ini dapat membentuk karakter mahasiswa sebagai pendidik yang peduli dan berkontribusi nyata bagi masyarakat," tambah Ketua Prodi PGSD.
Prodi PGSD juga berharap agar hasil dari program P2MB Kelompok 23 dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di desa-desa lainnya, serta menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa.
Program P2MB Kelompok 23 di Desa Cibitung sangat relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utama pada penanganan stunting melalui sosialisasi dan edukasi gizi seimbang mendukung SDGs ke-2 tentang Tanpa Kelaparan dan SDGs ke-3 tentang Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan. Upaya pemberdayaan gizi sejak usia dini melalui kolaborasi dengan KOBER Bersinar, Kader Posyandu, dan KPM menjadi langkah konkret dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Program pemberdayaan lingkungan dan ekonomi seperti Teras Hijau dan Apotek Hidup Masyarakat berkontribusi pada SDGs ke-11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta SDGs ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pemanfaatan lahan untuk tanaman produktif dan obat-obatan tradisional tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Kolaborasi dengan BUMDes Cibitung dalam meninjau potensi desa di sektor perekonomian dan peternakan mendukung SDGs ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Cibitung.
Kegiatan Bersih Lingkungan dan koordinasi dengan Dinas Kehutanan terkait isu lingkungan sejalan dengan SDGs ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan SDGs ke-15 tentang Kehidupan di Darat. Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi tanggung jawab bersama untuk generasi mendatang.
Melalui pendekatan yang holistik dan kolaboratif, mahasiswa P2MB Kelompok 23 telah menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan secara komprehensif dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan, yang semuanya berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan global.