[email protected] (0261) 201244

Sinergi SDN Jatisari dan Mahasiswa PGSD UPI Sumedang Perkuat Karakter Siswa melalui Pesantren Kilat

18 March 2026 - Dibaca 33

SUMEDANG – SDN Jatisari Sumedang sukses menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan pada 2–7 Maret 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi istimewa dengan hadirnya kolaborasi bersama mahasiswa PGSD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang yang sedang menjalankan program P3K (Program Penguatan Profesional Kependidikan).

Selama sepekan, suasana sekolah bertransformasi menjadi lingkungan pesantren yang dinamis. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membentuk karakter murid di tengah bulan suci. Kehadiran mahasiswa P3K UPI Sumedang memberikan warna baru melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

 

Metode Belajar Aktif dan Kreatif

Para mahasiswa mengemas materi keislaman tidak hanya melalui ceramah, tetapi juga diskusi kelompok dan pemutaran video edukatif Islami. Fokus utama kegiatan meliputi pembacaan doa bersama, praktik ibadah (wudu dan salat), hafalan surat pendek, hingga pembelajaran akhlak aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

"Keterlibatan mahasiswa PGSD UPI sangat membantu dalam melakukan pendampingan langsung kepada siswa. Pendekatan mereka yang kreatif membuat anak-anak lebih antusias dan tidak cepat bosan meskipun sedang berpuasa," ujar salah satu guru SDN Jatisari.

 

Menanamkan Kedisiplinan dan Kebersamaan

Selain memperkuat pemahaman agama, Sanlat ini bertujuan menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan rasa kebersamaan. Mahasiswa P3K berperan sebagai fasilitator yang menjembatani penyampaian nilai-nilai moral dengan cara yang relevan bagi anak usia sekolah dasar.

Kegiatan yang berakhir pada 7 Maret 2026 ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi perilaku siswa. Harapannya, nilai-nilai religius yang telah dipelajari dapat terus dipraktikkan dalam keseharian, sehingga SDN Jatisari mampu mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan mulia secara karakter. Sinergi ini membuktikan bahwa kolaborasi akademisi dan sekolah dasar adalah kunci efektif dalam penguatan pendidikan karakter bangsa.