Suasana pembelajaran di SD Nagrak II Desa Panyindangan dipenuhi keceriaan saat Kelompok 20 P2MB PGSD UPI Kampus Sumedang memperkenalkan permainan edukatif "Stunting Detective" pada Sabtu (1/11). Siswa kelas 4A, 4B, 5, dan 6 tampak antusias mengikuti permainan yang memadukan edukasi gizi dengan metode pembelajaran menyenangkan.
Dalam permainan ini, siswa berperan sebagai "detektif gizi" yang bertugas mengidentifikasi makanan bergizi versus tidak bergizi, mengenali penyebab stunting, serta menemukan solusi pencegahannya melalui misi-misi seru. Menggunakan kartu bergambar, puzzle gizi, dan kuis interaktif, siswa belajar sambil bermain dengan penuh semangat.
Inovasi ini merupakan bagian dari komitmen Kampus Berdampak UPI Sumedang dalam mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui literasi gizi sejak dini, serta SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) dengan edukasi pencegahan stunting yang kreatif dan mudah dipahami anak.
"Saya jadi tahu kalau sayur dan ikan itu penting buat tinggi badan. Saya mau jadi detektif gizi beneran!" ujar Riska, siswi kelas 5, dengan penuh semangat.
Guru kelas mengapresiasi metode pembelajaran inovatif ini karena mampu menarik perhatian siswa lebih efektif dibanding ceramah konvensional. "Anak-anak jadi lebih mudah mengingat informasi gizi karena belajarnya menyenangkan," ungkap Ibu Rina, guru kelas 4A.
Melalui Stunting Detective, mahasiswa PGSD membuktikan bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas kreatif dan menyenangkan. Program ini diharapkan menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat.