Dari balik mimbar orasi, suara mahasiswa PGSD UPI Kampus Sumedang menggema kencang hingga meraih puncak tertinggi pentas nasional. Budiman Zulfikri, Haura Meyda Rachmaniya, Ratu Wulan Sri Rahmadini, dan Najib Farid Alfauzi, empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Sumedang, berhasil menyabet Juara 1 Lomba Orasi Pendidikan Tingkat Nasional. Kemenangan ini bukan hanya tentang retorika yang memukau, melainkan cermin nyata dari SDGs nomor 4 yang menghendaki lahirnya pendidik muda yang mampu berpikir kritis, bersuara tegas, dan memperjuangkan pendidikan berkualitas bagi semua.
Orasi pendidikan adalah seni menyuarakan kebenaran dengan kata-kata yang menggerakkan hati dan pikiran. Dalam kompetisi nasional yang mempertemukan para orator terbaik dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, tim mahasiswa PGSD UPI Sumedang tampil dengan penuh keberanian dan keyakinan. Mereka tidak sekadar berbicara di depan juri, tetapi menyampaikan gagasan tentang masa depan pendidikan Indonesia dengan semangat yang membara dan argumentasi yang tajam. Kualitas performa mereka mampu meyakinkan dewan juri bahwa suara Sumedang layak bertakhta di posisi puncak nasional.
Prodi PGSD UPI Sumedang melihat prestasi ini sebagai tonggak penting: bahwa calon guru SD bukan sosok yang pasif dan hanya menunggu instruksi, melainkan agen perubahan yang berani angkat bicara di ruang publik. Guru yang kelak mereka jadikan profesi bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi suara bagi pendidikan yang lebih adil dan bermartabat. Semoga api semangat Budiman, Haura, Ratu Wulan, dan Najib terus menyala dan menginspirasi seluruh mahasiswa PGSD untuk berani bersuara demi Indonesia yang lebih baik.