Sumedang , 11 November 2025— Siapa sangka daun kelor, yang selama ini dikenal sebagai tanaman “pengusir hantu”, kini tampil dengan wajah baru. Di tangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang, tanaman ini menjelma jadi bahan pangan bergizi tinggi: cookies daun kelor.
Rabu siang, 29 Oktober 2025, aula Gedung Olahraga Desa Karanglayung, Kecamatan Conggeang, tampak ramai. Belasan ibu hamil dan kader kesehatan sibuk menimbang tepung, meyiapkan daun kelor, dan mencampurnya ke dalam adonan kue. Asap tipis dari oven kecil di sudut ruangan menebarkan aroma wangi yang tak biasa.
Itulah suasana kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) PGSD UPI Sumedang. Para mahasiswa menggelar demo masak olahan kelor untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan meningkatkan kesadaran gizi ibu hamil.
“Biasanya kelor cuma untuk sayur atau obat. Sekarang bisa jadi cookies,” kata salah satu ibu peserta sambil tertawa kecil. “Rasanya enak dan cara buatnya gampang.”
Menurut data dari dr. Kevin Adrian, setiap 100gram daun kelor mengandung sekitar 65 kalori, 9 gram protein, serta beragam vitamin dan mineral penting seperti A, C, E, folat, kalsium, zat besi, dan magnesium. Kandungan itu mampu membantu mencegah anemia, meningkatkan produksi ASI, sekaligus mendukung tumbuh kembang janin.
Tak heran jika mahasiswa memilih kelor sebagai bahan utama. Selain mudah ditemukan di lingkungan sekitar, daun kelor tumbuh subur di pekarangan rumah warga Karanglayung.
Pembimbing lapangan P2MB, Drs. Dadan Djuanda, M.Pd., sempat berseloroh
“Mahasiswa kita ini penerus tokoh inspiratif yang mengubah dunia,” ujarnya berkelakar. “Mereka berhasil mengubah kelor dari dunia goib menjadi dunia kuliner.”
Usai demo, para ibu hamil mencicipi hasil kue buatan sendiri. Teksturnya renyah, rasanya lembut, dan aroma kelor tak lagi terasa pahit. Sebelum pulang, mereka mendapat buku resep sederhana berisi aneka olahan daun kelor untuk praktik di rumah.
Kegiatan sederhana itu meninggalkan kesan mendalam. Mahasiswa PGSD UPI Sumedang bukan hanya berbagi ilmu, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa bahan pangan lokal bisa menjadi solusi nyata untuk gizi keluarga.
Kini, daun kelor tak lagi sekadar cerita mistis di balik pagar rumah. Ia menjelma jadi simbol inovasi, kesehatan, dan harapan bagi generasi bebas stunting.
Keterangan : Kue kelor yang sudah siap untuk disajikan (P2MB Kel 27 Karanglayung)