[email protected] (0261) 201244

Tari Jaipong Meriahkan Penarikan Mahasiswa P2MB Desa Conggeang: Pelestarian Budaya Lokal Dukung SDG 11 dan Pencegahan Stunting

01 December 2025 - Dibaca 70

Gelaran tari Jaipong memeriahkan acara penarikan mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Prodi PGSD UPI Kampus Sumedang di Desa Conggeang, Kamis, 27 November 2025. Acara penutupan ini menandai berakhirnya program pemberdayaan masyarakat selama dua bulan dengan tema "Zero to Stunting" yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-being).

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPI, Camat Conggeang, para kepala desa di Kecamatan Conggeang, Dandim, dan Kapolsek Conggeang. Sebagai bentuk apresiasi, tim P2MB menyerahkan cinderamata kepada Camat Conggeang atas dukungan penuh selama pelaksanaan program.

Tema "Zero to Stunting" mencerminkan komitmen bersama untuk mencapai nol stunting melalui edukasi gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan balita, penyuluhan kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan keluarga dalam pola hidup sehat. Program ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui transfer pengetahuan dan pembelajaran lapangan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi multi-pihak.

Penampilan tari Jaipong oleh mahasiswa P2MB bukan sekadar hiburan, tetapi simbol pelestarian budaya lokal Sunda yang mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) tentang pelindungan warisan budaya. Tarian ini juga mencerminkan kegembiraan dan harmoni antara mahasiswa dengan masyarakat dalam mewujudkan desa sehat dan sejahtera.

Dampak program terasa signifikan. Bagi masyarakat, terjadi peningkatan kesadaran pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, deteksi dini stunting, dan praktik pengolahan makanan bergizi berbahan lokal. Bagi mahasiswa, pengalaman lapangan ini memperkaya kompetensi pedagogis, empati sosial, dan keterampilan pemberdayaan masyarakat sebagai calon pendidik profesional.

"P2MB membuktikan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab sosial dalam pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi mahasiswa, pemerintah, TNI, dan Polri menjadi kunci kesuksesan program ini," ungkap Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi kampus dalam mewujudkan Indonesia bebas stunting dan generasi emas 2045.