Sumedang, 2 Mei 2026 – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2026 menjadi catatan sejarah tersendiri bagi sivitas SDN Situraja, Kabupaten Sumedang. Di bawah terik matahari pagi yang semangat, sekolah ini bertransformasi menjadi arena kreativitas dan ketangkasan melalui rangkaian kegiatan perlombaan dan fun games yang digagas oleh Kelompok 1 Mahasiswa Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah manifestasi nyata dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDG) Goal ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Fokus utamanya adalah memastikan pendidikan inklusif dan merata serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Melalui tangan dingin para mahasiswa praktikan dan bimbingan dosen pendamping, Dr. Maulana, S.Pd., M.Pd., program P3K yang berlangsung dari Februari hingga Juni 2026 ini menunjukkan bahwa pendidikan dasar harus diletakkan di atas fondasi kegembiraan dan eksplorasi.
Semarak Lomba: Dari Intelektualitas hingga Ketangkasan Fisik
Rangkaian acara Hardiknas di SDN Situraja dirancang dengan pendekatan kurikulum merdeka yang mengutamakan keberagaman potensi siswa. Seluruh siswa, mulai dari kelas I hingga kelas VI, terlibat aktif tanpa kecuali.
Pertama, Lomba Cerdas Cermat menjadi ajang adu kecerdasan akademik. Namun, berbeda dengan format kaku biasanya, lomba ini dikemas dengan pertanyaan-pertanyaan kontekstual yang merangsang kemampuan berpikir kritis (Critical Thinking).
Kedua, untuk menyeimbangkan kecerdasan kognitif dengan motorik, diselenggarakan Lomba Lompat Beregu. Mata lomba ini secara spesifik menguji empat elemen fundamental: kekompakan regu, fokus, kecepatan, dan ketepatan arah. Para siswa belajar bahwa kesuksesan tidak hanya diraih melalui kemampuan individu, tetapi melalui koordinasi yang presisi dalam sebuah tim.
Ketiga, inovasi permainan edukasi terlihat pada lomba "Sarung Serbu Tokoh Pendidikan". Di sini, siswa diajak bermain sekaligus mengenal profil pahlawan pendidikan Indonesia seperti Ki Hajar Dewantara, Raden Ajeng Kartini, hingga Dewi Sartika. Nama-nama besar tersebut tidak lagi hanya menjadi teks mati di buku sejarah, melainkan sosok inspiratif yang "hadir" dalam keceriaan permainan. Terakhir, bagi siswa yang memiliki kecenderungan kecerdasan spasial-visual, Lomba Mewarnai menjadi ruang bagi mereka untuk menumpahkan imajinasi dan ekspresi diri di atas kertas.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa P3K ini merupakan kontribusi langsung terhadap pencapaian target SDG di bidang pendidikan. Pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari angka di rapor, tetapi dari kemampuan sekolah dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan karakter (soft skills).
Target SDG 4.7 secara eksplisit menyebutkan bahwa peserta didik harus memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan, termasuk melalui pendidikan untuk pembangunan dan gaya hidup berkelanjutan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, promosi budaya damai, dan kewarganegaraan global. Melalui lomba "Sarung Serbu Tokoh Pendidikan", mahasiswa P3K secara halus menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan dan budaya lokal kepada siswa sejak dini. Hal ini membuktikan bahwa program P3K bukan sekadar syarat kelulusan mahasiswa, melainkan mesin penggerak perubahan di tingkat akar rumput (sekolah dasar).
Manfaat Multidimensi bagi Siswa, Guru, dan Sekolah
Penyelenggaraan kegiatan ini memberikan dampak positif yang luas bagi tiga pilar utama pendidikan di SDN Situraja. Bagi siswa (The Learners), manfaat yang paling terasa adalah peningkatan motivasi belajar. Pengalaman emosional yang positif saat memenangkan lomba atau sekadar bekerja sama dalam regu akan membekas sebagai memori indah terhadap institusi sekolah. Selain itu, aspek psikomotorik mereka terasah melalui lomba ketangkasan, sementara aspek afektif seperti sportivitas, kejujuran, dan empati terpupuk secara alami selama kompetisi berlangsung. Bagi guru (The Educators) di SDN Situraja, kehadiran mahasiswa P3K menjadi oase inovasi. Guru-guru berkesempatan mengobservasi metode-metode baru dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler yang efektif. Kegiatan ini menjadi ajang peer-sharing antara pengalaman praktis para guru senior dengan ide-ide segar mahasiswa yang membawa pendekatan teknologi dan psikologi pendidikan terkini. Manfaat ini sejalan dengan peningkatan kualitas profesionalisme pendidik. Bagi sekolah (The Institution), keuntungan berupa peningkatan citra sekolah di mata masyarakat Kabupaten Sumedang. Sekolah yang aktif melakukan kegiatan inovatif akan lebih dipercaya oleh orang tua siswa sebagai tempat pengembangan anak yang komprehensif. Selain itu, laporan kegiatan ini menjadi dokumen penting bagi akreditasi sekolah, khususnya dalam pemenuhan standar sarana prasarana dan standar proses yang kreatif.
Sebuah Langkah Kecil untuk Perubahan Besar
Dr. Maulana, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pendamping, menegaskan bahwa keberhasilan program P3K ini adalah hasil kolaborasi yang apik. "Mahasiswa kami tuntut untuk tidak hanya mengajar di depan kelas, tetapi mampu menjadi arsitek kegiatan sekolah. Periode Februari hingga Juni adalah masa inkubasi bagi mereka untuk menjadi guru profesional di masa depan," pungkasnya.
SDN Situraja kini telah membuktikan bahwa dengan kemauan dan kreativitas, peringatan Hardiknas bisa menjadi pemantik semangat transformasi. Melalui langkah-langkah kecil seperti lomba ketangkasan dan edukasi tokoh, kita sedang membangun fondasi generasi emas 2045 yang tangguh, cerdas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas. Semoga semangat dari Sumedang ini mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain di seluruh pelosok negeri.
Diterbitkan oleh: Program Studi PGSD UPI Kampus Sumedang
Kontributor: Dosen dan mahasiswa P3K UPI 2026, serta guru dan siswa SDN Situraja.
Lokasi: Situraja, Kabupaten Sumedang.