Persiapan reakreditasi 2027 dimulai sejak dini — membuktikan bahwa komitmen terhadap mutu pendidikan adalah perjalanan tanpa henti yang selaras dengan SDGs Goal 4: Quality Education.
Sebuah langkah strategis diambil oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Sumedang jauh sebelum tenggat reakreditasi tiba. Pada Rabu, 29 April 2026, tim Audit Mutu Internal (AMI) dan Akreditasi Prodi PGSD menggelar rapat koordinasi perdana secara daring melalui platform Google Meet. Seluruh anggota tim hadir dan terlibat aktif dalam forum virtual yang menjadi titik tolak persiapan reakreditasi yang direncanakan berlangsung pada tahun 2027. Rapat ini dipimpin langsung oleh koordinator tim, Dr. Ali Ismail, M.Pd., yang memandu jalannya diskusi dengan sistematis dan terstruktur.
Tiga agenda pokok mewarnai rapat koordinasi ini. Pertama, tim menyepakati pembagian tugas (job desk) secara proporsional, memastikan setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas dalam ekosistem persiapan akreditasi. Kedua, forum bersama-sama mengkaji indikator-indikator penilaian Lamdik yang menjadi acuan reakreditasi, mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat maupun yang telah mencapai standar optimal. Ketiga, seluruh peserta rapat menyepakati agenda dan target kerja ke depan, termasuk penjadwalan tahapan persiapan hingga menjelang proses asesmen resmi. Dengan tiga agenda ini, rapat perdana berhasil meletakkan fondasi kerja tim yang solid dan berorientasi pada hasil.
Saat ini, Prodi PGSD UPI Kampus Sumedang telah meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik), predikat tertinggi dalam sistem penjaminan mutu perguruan tinggi kependidikan di Indonesia. Capaian bergengsi ini bukan sekadar atribut kelembagaan, melainkan cerminan nyata dari kerja keras seluruh civitas akademika dalam membangun ekosistem pendidikan yang bermutu. Namun, Dr. Ali Ismail menegaskan bahwa predikat Unggul adalah amanah, bukan tujuan akhir. Mempertahankannya pada reakreditasi berikutnya menuntut kerja keras yang lebih terencana, terukur, dan konsisten sejak jauh hari.
Pelaksanaan rapat secara daring melalui Google Meet mencerminkan adaptasi PGSD UPI Kampus Sumedang terhadap kultur kerja kolaboratif berbasis teknologi. Meski diselenggarakan secara virtual, intensitas diskusi dan komitmen seluruh peserta tidak berkurang sedikit pun. Semangat kolektif untuk mempertahankan predikat Unggul tampak mengalir dalam setiap sesi pembahasan, mengukuhkan bahwa mutu bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan dibangun dengan kesungguhan setiap hari.
Akreditasi program studi bukan sekadar prosedur administratif yang harus ditempuh secara periodik. Lebih dari itu, akreditasi adalah mekanisme penjaminan mutu eksternal yang terstandarisasi, yang memastikan bahwa sebuah program studi benar-benar menyelenggarakan pendidikan sesuai standar nasional yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Bagi Prodi PGSD, akreditasi memiliki bobot yang jauh lebih besar karena lulusannya adalah calon guru sekolah dasar, pendidik yang akan menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter dan kecerdasan generasi bangsa. Kualitas seorang guru SD ditentukan salah satunya oleh kualitas institusi yang mendidiknya; maka akreditasi Unggul adalah jaminan bahwa PGSD UPI Kampus Sumedang menghasilkan lulusan yang layak dan siap secara profesional.
Dari dimensi kepercayaan publik, predikat akreditasi menjadi referensi utama bagi calon mahasiswa, orang tua, sekolah mitra, dan pemangku kepentingan dalam menilai kredibilitas sebuah program studi. Di tengah persaingan antar LPTK yang semakin ketat, predikat Unggul memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan, menarik calon mahasiswa terbaik, memperluas jaringan kemitraan, dan memperkuat posisi tawar institusi di tingkat nasional maupun internasional. Lebih jauh, akreditasi Unggul membuka akses terhadap berbagai program hibah kompetitif nasional yang hanya diperuntukkan bagi program studi berpredikat tertinggi.
Secara internal, proses persiapan akreditasi mendorong seluruh komponen program studi: dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni, untuk melakukan evaluasi diri yang jujur dan perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement). Pengkajian mendalam terhadap indikator Lamdik, sebagaimana yang mulai dilakukan dalam rapat koordinasi ini, adalah latihan refleksi kelembagaan yang mendorong setiap unit untuk bertanya: "Apakah yang kami lakukan sudah benar-benar berdampak bagi mutu lulusan?" Pertanyaan ini adalah jantung dari budaya mutu yang sejati.
Dalam perspektif global, komitmen PGSD UPI Kampus Sumedang terhadap akreditasi berbicara langsung kepada SDGs Goal 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya target 4.c yang menekankan peningkatan jumlah tenaga pendidik berkualifikasi dan terlatih. Program studi yang terakreditasi Unggul adalah bukti nyata bahwa sistem pendidikan guru di Indonesia bergerak menuju standar yang lebih tinggi, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan memulai persiapan reakreditasi jauh hari melalui rapat koordinasi yang tertib, terstruktur, dan partisipatif, PGSD UPI Kampus Sumedang mengafirmasi bahwa kontribusinya terhadap SDGs bukan retorika, melainkan aksi konkret yang terencana dan terukur, langkah demi langkah, menuju pendidikan yang benar-benar berkualitas untuk semua.