Dr. Adi Hidayat, LC., M.A., yang akrab disapa Ustadz Adi Hidayat, tampil sebagai orator ilmiah dalam peringatan Dies Natalis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang ke-71. Orasi ilmiah tersebut disampaikan pada hari Senin, 20 Oktober 2025, di Gedung Ahmad Sanusi yang dipenuhi oleh civitas akademika UPI. Kehadiran Ustadz Adi dalam acara bergengsi ini semakin bermakna mengingat beliau merupakan dosen tetap UPI pada Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana UPI.
Dalam orasinya yang sangat berbobot, Ustadz Adi menyampaikan pemahaman mendalam tentang hakikat manusia. Beliau menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat dua unsur yang saling berlawanan, yaitu unsur ketakwaan dan fujur (kecenderungan berbuat maksiat). Menurut Ustadz Adi, sifat fujur sengaja ada dalam diri manusia supaya sifat takwa dapat muncul dan terasah melalui perjuangan melawan hawa nafsu.
Namun dalam pelaksanaannya, manusia seringkali tergoda dengan bisikan syetan yang terus-menerus menghasut. Akibatnya, tidak sedikit manusia yang justru mengikuti jalan fujur daripada memilih ketakwaan. "Inilah ujian terbesar manusia," tegas Ustadz Adi, "kemampuan untuk memilih antara mengikuti hawa nafsu atau mengikuti petunjuk Ilahi."
Orasi ini sangat mendukung terhadap tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs nomor 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat. Dengan membangun karakter manusia yang bertakwa dan berintegritas, maka akan tercipta masyarakat yang adil, damai, dan bermartabat. Pesan spiritual yang disampaikan Ustadz Adi menjadi fondasi moral bagi civitas akademika UPI dalam menjalankan peran mereka sebagai agen perubahan sosial menuju pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada aspek material, tetapi juga dimensi spiritual dan moral kemanusiaan.